Home / Berita / Internasional / Asia / Iran Sebut Makkah dan Madinah Milik Umat, Bukan Milik Keluarga

Iran Sebut Makkah dan Madinah Milik Umat, Bukan Milik Keluarga

Proses Melempar Jumrah bagi Jamaah Haji (republika.co.id)
dakwatuna.com – Teheran. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatolah Ali Khameini menyebut tidak ada negara yang punya hak melarang kaum muslimin menunaikan ibadah haji. Bahkan untuk negara pengelola haji sekalipun.

Dikutip Aljazeera, Selasa (17/07), hal itu disampaikan Khameini di hadapan para pejabat yang mengurusi pelaksanaan ibadah haji bagi warga Iran.

Menurut Khameini, Masjidil Haram, Masjidi Nabawi, Kota Makkah dan Madinah, merupakan tempat-tempat suci bagi seluruh umat Islam. Tempat-tempat itu bukan milik sebuah negara, keluarga atau pribadi tertentu.

Secara tidak langsung, Iran mengingatkan Arab Saudi bahwa tempat suci itu adalah milik seluruh Umat Islam. Maka tidak seharusnya tempat suci dijadikan agenda politik.

Khameini juga menyebut negara yang menghalangi Umat Islam untuk berkunjung menjalankan ibadah haji, sama dengan melakukan pengusiran umat dari Baitullah al-Haram.

Warga Iran tidak dapat menjalankan ibadah haji pada tahun 2016. Hal terjadi setelah perundingan antara Teheran dan Riyadh menemui kebuntuan. Namun tahun 2017 lalu kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan.

Pernyataan Khameini dilontarkan beberapa saat setelah pengumuman bahwa Teheran akan membuka kantor pengurus haji di Saudi. Sementara Saudi dan Iran masih menemui kebuntuan diplomasi akibat perbedaan sikap atas isu-isu di Kawasan.

Hamid Muhammadi, Ketua Komite Haji Iran mengatakan, negaranya akan membuka kantor urusan haji di Saudi. Menurutnya, itu setelah ada kesepakatan awal antara Teheran dan Saudi.

Seperti diketahui, Riyadh memutus hubungan diplomatik dengan Teheran sejak 2016 lalu. Setelah terjadi insiden penyerangan terhadap kantor kedutaan Saudi di Teheran. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Saya Kenal Pembunuh Jamal Khashoggi

Organization