Home / Berita / Internasional / Asia / Rencana Jahat Israel Terhadap Palestina Ini Sempat Kejutkan Obama Tahun 2015 Lalu

Rencana Jahat Israel Terhadap Palestina Ini Sempat Kejutkan Obama Tahun 2015 Lalu

Peta wilayah Palestina yang sempat kejutkan Obama. (New Yorker)
dakwatuna.com – Ramallah. Situs web Amerika Serikat mengecam kurangnya perhatian Washington terhadap rencana jahat Israel atas tanah Palestina. Disebutkan, tampak peta wilayah Palestina yang berantakan dengan permukiman, pos-pos pemeriksaan dan barak militer.

Laman ‘Daily Kos’ menyebut Israel berhasil mengoyak wilayah Tepi Barat. Peta Palestina yang disodorkan tahun 2015 itu sempat mengejutkan Mantan Presiden Amerika Barack Obama. Dalam peta itu wilayah Palestina tampak terputus satu sama lain, dan seakan mustahil dipersatukan kembali.

Sementara laman ‘New Yorker’ mengisahkan bagaimana pertama kali peta itu diserahkan kepada Obama. Disebutkan, Ben Rhodes, salah satu penasihat terlama Obama mengatakan, Obama tampak terkejut melihat betapa sistematik langkah Israel dalam mengoyak populasi Palestina satu sama lain.

Kembali ke Daily Kos, laman ini dalam editorialnya mengecam sikap acuh tak acuh pemerintahan Obama atas kebijakan Israel di Palestina. Sementara Washington memberikan bantuan miliaran dolar kepada Tel Aviv.

Laman menyebut sikap Washington itu turut mendorong keberhasilan propaganda Israel dalam menutupi fakta-fakta yang diberlakukan kepada Palestina. Propaganda itu, bahkan mendapat dukungan luas dari internal Amerika Serikat.

Israel mengoyak Tepi Barat secara brutal, lanjut Daily Kos. Hal itu dilakukan dengan pembangunan permukiman, pos-pos pantau dan pemeriksaan, serta bangunan-bangunan militer yang beraneka. Langkah itu cukup sukses memaksa wilayah dan populasi Palestina terisolasi oleh permukiman Israel.

Israel juga disebut berhasil mengisolasi Palestina untuk memutus semua hubungan ekonomi dan kebudayaan di antara mereka. Warga Palestina dipaksa melalui pos pemeriksaan untuk berpindah ke wilayah mereka yang lain. Mereka akan mendapat pengawasan dari pasukan Israel yang bertindak semaunya, dan itu sesuatu yang memalukan.

Selain itu, warga Palestina yang berhasil lolos dari efek isolasi seperti kepalaran dan kemiskinan, dipastikan tak akan lolos dari serangan Israel.

Laman itu juga menyebut kondisi Jalur Gaza yang jauh lebih buruk. Warga Palestina hidup dengan terilosasi dalam penjara besar. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah