Home / Berita / Internasional / Eropa / Austria Tutup Tujuh Masjid, Begini Respon Keras Erdogan

Austria Tutup Tujuh Masjid, Begini Respon Keras Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras penutupan masjid yang dilakukan Perdana Menteri Austria Sebastian Kurz.

“Aku khawatir langkah yang diambil perdana menteri Austria akan menyeret dunia kepada perang antara salib dan bulan sabit,” kata Erdogan di Istanbul, Sabtu (09/06).

Pada Jumat (08/06) Sebastian Kurz mengatakan, pemerintahnya menutup masjid Turki. Selain juga mengambil tindakan terhadap Komunitas Agama Arab yang mengelola enam masjid lainnya.

Sekitar 60 imam dan keluarganya bisa saja terusir. Pemerintah Wina menyebut mereka didanai oleh Ankara, dan itu melanggar larangan pendanaan asing untuk komunitas keagamaan.

Tindakan pemerintah Austria itu didasarkan pada hukum tahun 2015. Di dalamnya diatur larangan pendanaan asing untuk komunitas agama. Masyarakat Muslim juga diminta memiliki pandangan fundamental positif terhadap negara dan masyarakat (Austria).

Menanggapi itu, Erdogan menyebut Turki akan mengambil tindakan untuk para imam yang diusir. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi