Home / Berita / Internasional / Asia / Jumlah Tentara Bunuh Diri Tahun Ini Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah Israel

Jumlah Tentara Bunuh Diri Tahun Ini Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah Israel

Tentara Israel dalam sebuah pemakaman rekannya yang tewas di Gaza (arsip/naba.ps)

dakwatuna.com – Al-Quds. Otoritas Penyiaran Israel, mengungkap laporan dari pihak militer bahwa sebanyak 15 tentara melakukan bunuh diri sepanjang tahun ini. Disebutkan, jumlah itu merupakan yang terbesar sepanjang sejarah militer zionis yang dibentuk tahun 1948 tersebut.

Dilansir dari Paltoday.ps, Senin (06/11/2017), sebagian besar mereka yang bunuh diri adalah yang telah mencapai usia wajib militer. Perbandingan dengan tahun ini, disebutkan 16 tentara bunuh diri pada empat tahun terakhir, atau 12 tentara pada dua dan tiga tahun terakhir.

Otoritas menyebutkan, sejauh ini belum diketahui apa yang menyebabkan mereka memutuskan untuk bunuh diri. Disebutkan, seorang pengacara Israel telah meminta kepada pihak militer untuk melakukan investigasi terkait hal tersebut.

Dijelaskan, fakta ini bertepatan dengan dimasukkannya sejumlah besar dari konselor dan unit sosial ke dalam militer Israel, untuk melakukan rehabilitasi pada tentara dan petugas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi para pasukan yang mengalami situasi psikis yang sulit.

Sementara itu, otoritas penyebaran informasi di Tel Aviv menyebut jumlah sesungguhnya tentara yang bunuh diri tahun ini ada 51 orang. Namun hal itu dibantah oleh pihak militer Israel. Pihak militer hanya menngonfirmasi bahwa jumlah tersebut dari unit non-tempur.

Sedangkan data lain mengungkapkan, jumlah pasukan yang bunuh diri antara tahun 2009 hingga 2011, sebagian besarnya adalah yang bertugas di Tepi Barat. (whc/dakwatuna)

Sumber: PalToday

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Sepanjang Bulan Oktober, Masjid Al-Aqsha Dinista Sebanyak 125 Kali