Home / Berita / Internasional / Asia / Negara Pemboikot Qatar Tarik Tuntutan dan Isyaratkan Negosiasi

Negara Pemboikot Qatar Tarik Tuntutan dan Isyaratkan Negosiasi

Ilustrasi solidaritas Teluk, bertuliskan “Kekuatan kami ada pada persatuan kami”. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Diplomat dari empat negara pemboikot Qatar, mengumumkan penarikan 13 poin tuntutan yang disyaratkan kepada Qatar untuk penyelesaian konflik, Kamis (20/07/2017). Sebagai gantinya, mereka mengajukan ‘Draft Enam Prinsip’, dan berharap pihak Doha dapat menerimanya.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar Uni Emirat Arab (UEA) di kantor perwakilannya di PBB, Selasa (18/07) lalu, disebutkan bahwa mereka menghendaki penyelesaian konflik secara damai. Konferensi pers tersebut juga diikuti oleh para diplomat dari Arab Saudi, Bahrain dan Mesir, menurut laporan surat kabar New York Times.

Abdullah al-Ma’lamy, wakil Arab Saudi di PBB mengatakan, “Tujuan kami mencapai penyelesaian diplomatik. (Kami berharap) mereka (Qatar, red) dapat menyetujuinya.”

Para diplomat empat negara tersebut juga mengatakan, mereka tidak akan membicarakan secara spesifik tuntuan yang harus dipenuhi Qatar. Tuntutan yang dimaksud adalah yang berjumlah 13 poin, termasuk di antaranya penutupan Al-Jazeera Network, penutupan pangkalam militer Turki, mengurangi hubungan dengan Iran, dan lainnya.

Sejatinya, Qatar diberi waktu selama 10 hari sejak penyerahan untuk memenuhi 13 tuntutan tersebut.

Sebagai gantinya, negara-negara pemboikot mengajukan enam prinsip luas, yang terdiri dari pemberantasan teroris dan radikalisme, menghentikan pendanaan dan jaminan keamanan pada kelompok teroris, menghentikan menebar ujaran kebencian dan kekerasan, dan berhenti melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain.

Saat ditanya kemungkinan berkompromi dengan Qatar, diplomat Saudi mengatakan, “Sangat memungkinkan bagi kami untuk berkompromi, tapi tidak ada kompromi terkait enam prinsip tersebut.”

Sedangkan wakil UEA di PBB, Lana Nasibah mengatakan, “Kami tidak akan kembali pada status quo. Qatar harus memahami hal ini.”

Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari perwakilan Qatar di PBB terkait manuver dari negara-negara pemboikotnya tersebut. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Quds Al-Arabi

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Dalam Sepekan, 16 Prajurit Saudi Gugur dalam Pertempuran Lawasn Hutsi

Organization