Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Sekjen PBB: Mengakhiri Penjajahan Israel, Cara Wujudkan Perdamaian di Kawasan

Sekjen PBB: Mengakhiri Penjajahan Israel, Cara Wujudkan Perdamaian di Kawasan

Sekjen PBB, Antonio Guterres. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – New York. Sekretaris Jendral Persatuan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres mengatakan, mengakhiri penjajahan zionis Israel atas Palestina merupakan satu-satunya cara meletakkan dasar perdamaian di Kawasan tersebut.

Pernyataan itu merupakan pidato Guterres yang diwakili wakil Sekjen, Aminah Muhammad, dalam acara pembukaan forum PBB untuk memperingati 50 tahun pendudukan Israel atas Palestina, Kamis (29/06/2017).

Sekjen PBB itu juga menyeru kedua pihak, Palestina dan Israel, untuk menggelar perundingan langsung untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada.

“Penjajahan Israel merupakan beban kemanusiaan dan perkembangan yang berat bagi Bangsa Palestina. Lintas generasi Palestina dibesarkan di kamp-kamp pengungsian, yang banyak dari mereka hidup dalam kemiskinan. Di hadapan sedikit, atau bahkan tidak ada prospek kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak mereka,” tambahnya.

Sekjen menyeru, “Menghentikan tindakan-tindakan sepihak yang melemahkan solusi dua negara. Seperti pembangunan permukiman yang secara hukum internasional disebut ilegal, dan mencegah kemajuan.”

“Kekerasan dan hasutan tidak dapat diterima. Keduanya menyebabkan keadaan memburuk dan meenyebabkan kurangnya kepercayaan antara bangsa Palestina dan Israel. Aktivitas senjata dan tidak adanya persatuna Palestina juga menghambat upaya untuk mencapai solusi yang akan dirundingkan kedua belah pihak,” lanjutnya.

Perlu diketahui, perundingan antara Palestin dan Israel terhenti sejak April 2014. Hal ini disebabkan penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman dan membebaskan tahanan dari penjaranya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan dan Menantu Trump Bahas Perdamaian Palestina-Israel

Figure
Organization