Home / Berita / Internasional / Asia / Menlu Jerman: Keturunan Turki Turut Berperan dalam Penguatan Jerman

Menlu Jerman: Keturunan Turki Turut Berperan dalam Penguatan Jerman

Menlu Jerman, Sigmar Gabriel. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Berlin. Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, pada Rabu (29/03/2017) kemarin mengatakan, para pendatang dari berbagai negara, khususnya Turki, berperan dalam memperkuat Jerman hingga seperti ini.

“Masyarakat yang datang dari keturunan Turki, mereka adalah warga Jerman. Kalau bukan karena para pendatang dari negara lain, termasuk Turki, tidaklah Jerman bisa sekuat ini,” ungkap Gabriel di hadapan 40 orang deputi keturunan Turki.

Turut hadir dalam pertemuan yang digelar di Gedung Kemenlu Jerman di Berlin tersebut, Mendagri Jerman, Thomas de Maiziere, Menteri Urusan Pengungsi, Aydan Ozoguz, serta beberapa pejabat dalam pemerintah Federal Jerman yang berdarah Turki.

Lebih lanjut, Gabriel menambahkan, “Para deputi yang berdarah Turki merupakan jembatan yang menghubungkan antara kedua negara. Dimana mereka memberikan kontribusi dengan berintegrasi dengan masyarakat Jerman.”

Selain itu, Gabriel juga mengungkapkan keprihatinan atas merebaknya bias terhadap bangsa Turki dan kaum Muslimin d negaranya.

Sementara itu, Mendagri Jerman, Thomas de Maiziere mengatakan, di Jerman terdapat 1,4 juta warga Turki yang tinggal di Jerman, dengan memegang dua kewarganegaraan. Sedangkan lebih dari 1,5 juta lainnya hanya bermukim saja.

“Lebih dari 90% mereka telah tinggal di Jerman sejak lebih dari 8 tahun yang lalu,” tambah Thomas.

Hubungan antara Turki dengan beberapa negara Uni Eropa, termasuk Jerman dan Belanda, dikabarkan memanas. Hal ini karena Negara-negara tersebut menolak kedatangan beberapa pejabat Turki untuk berkampanye terkait referendum konstitusi Turki di hadapan warganya yang tinggal di Negara-negara tersebut. (whc/aa.com.tr/dakwatuna)

Redaktur: William

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

[Video] Menlu Turki Kejutkan Warga Sudan

Organization