Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Cara Menghafal Al-Quran di Karantina/Super Manzil

Cara Menghafal Al-Quran di Karantina/Super Manzil

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi. (Choiriyah)

dakwatuna.com – Bismillah… Menghafal Al-Quran sejak dahulu merupakan tuntutan Agama Islam yang paling sering dibicarakan di tengah masyarakat. Tentu karena Al-Quran itu sendiri adalah petunjuk dalam berbagai macam aspek khususnya bagi orang yang bertaqwa (QS.2:3) dan umumnya untuk manusia di seluruh belahan dunia (QS.2:185).

Banyak orang melakukan berbagai upaya agar dapat menghafal Al-Quran, mulai dari masuk Pesantren khusus menghafal Al-Quran hingga karantina dalam jangka pendek. Semua upaya itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sekarang saya akan membahas cara bagaimana cara menghafal Al-Quran di karantina yang berjangka pendek sekitar 2 minggu – 40 hari atau bahkan lebih, saya akan mencoba mengupas hal – hal yang sekiranya akan membantu pembaca untuk menghafal Al-Quran di karantina dengan optimal, karena banyak sementara ini orang yang, maaf, berangkat menuju karantina tetapi tidak mendapatkan target yang diinginkan, atau bahkan tidak membawa apa – apa.

  1. Persiapkan diri secara matang sebelum berangkat.

Persiapkanlah kesehatan badan dan pikiran, semuanya harus disiapkan secara prima. Niatkan semua ikhlas hanya karena ridho Allah. Pastikan kita sudah pernah menghafal minimal 2 Juz sehingga kita mempunyai metode – metode khas tersendiri yang sudah kita terapkan. Ikhtiar selanjutnya adalah mulai dari membawa suplemen yang bisa membantu meningkatkan daya tubuh, berdasarkan pengalaman saya, Madu dan Habbatussauda sangat membantu ketika menghafal.

  1. Jangan mengajak orang yang kita kenal untuk ikut karantina.

Ini point yang penting dan perlu diperhatikan. Walaupun ini memang terlihat sangat saklek, tapi memang ini kenyataannya. Kebanyakan orang – orang yang mengikuti karantina bersama orang dekat atau teman ketika dalam proses menghafal akan terganggu, karena teman akan saling mengobrol, curhat sana sini, bahkan dalam 1 hari bisa – bisa tidak mendapatkan apa – apa, banyak yang ‘terjebak’ dalam hal ini hingga saat wisuda nanti tidak mencapai target.

  1. Mulai melakukan upaya – upaya dalam menghafal Al-Quran

Kebanyakan orang berbicara masalah metode, tetapi kita akan berbicara dari sudut pandang lain. Semua orang pada dasarnya sudah memiliki metode masing – masing dalam menghafal, haqqul yaqin. Seperti yang sudah saya tulis di point pertama, orang yang mengikuti minimal harus sudah pernah menghafal Al-Quran 2 Juz, dengan modal itu dengan sendirinya setiap orang telah menemukan cara menghafal yang tepat.

Langkah pertama adalah menargetkan jumlah hafalan yang akan dicapai dalam bilangan hari. Contoh, saya mengikuti karantina dalam 40 hari dan menuntaskan hafalan dalam waktu 20 hari. Jadi target yang dituliskan jangan tanggung – tanggung, langsung saja 30 Juz. Azzamkan kepada diri sendiri untuk menghafal 1 Juz sehari. Ukuran setoran adalah sekali duduk minimal dan maksimal harus tepat 1 halaman, jangan melebihi satu halaman karena akan menguras pikiran dan stamina, setorkanlah 1 halaman setiap kali duduk. 1 halaman insya Allah bisa diselesaikan dalam 20 menit jika point pertama dan kedua diterapkan secara optimal.

Mulailah hari pertama karantina dengan pemanasan, hafalkanlah minimal setengah Juz. Setelah itu mulailah hari ke dua dengan target 1 Juz perhari. Jangan menghafal disamping teman – teman kita, carilah tempat sendiri, bawa air hangat dalam botol. Ingatlah bahwa kita datang ke karantina untuk menghafal, bukan buat bermain, bercanda ataupun sekedar memenuhi kewajiban.

Estimasi Menghafal

Ba’da Shubuh – 06.30           : 1 Lembar/2 Halaman

06.30 – 07.30  : Istirahat, Sarapan, Mandi dan Sholat Dhuha

08.00 – 11.00  : 3 Lembar/6 Halaman

11.00 – 12.00  : Tidur Siang / Qoilulah

12.00 – 13.00  : Sholat Dzuhur dan Makan Siang

13.00 – 15.30  : 2,5 Lembar/5 Halaman

15.30 – 16.00  : Sholat Ashar

16.00 – 18.00  : 2,5 Lembar/5 Halaman

18.00 – 19.00  : Sholat Maghrib, Makan Malam dan Sholat Isya

19.00 – 22.00  : 3 Lembar/6 Halaman

Ada beberapa hal yang harus diingat, doa adalah senjata terkuat seorang Muslim, berdoalah kepada Allah setiap akan memulai sesi menghafal, keluarkanlah petunjuk – petunjuk Nabi yang mengisyaratkan kepada kemudahan, mintalah doa kepada orang tua, ingatlah bahwa setiap huruf yang kita baca akan menghasilkan 1 kebaikan, betapa banyaknya pahala orang yang menghafal Quran.

Setiap setelah setoran 1 halaman minum air hangat, bak (buang air kecil) dan wudhu. Begitu seterusnya, inilah kunci ketahanan dalam menghafal yang sangat ampuh. Konsumsilah Madu ketika suara mulai terasa serak, dengan dibarengi dengan air hangat semuanya akan terjaga dan optimal.

Setelah 1 hari rundown estimasi yang telah saya tulis, itu dengan tingkat yang banyak istirahatnya sudah bisa menghasilkan 1+3+2,5+2,5+3 = 12 Lembar/1 Juz 2 lembar, bahkan itu masih tergolong banyak ‘istirahat’nya. Dalam 3 minggu insya Allah 30 Juz akan tuntas.

Sekarang timbul pertanyaan

“Kok Hafal doang cepet, tapi nanti setelah itu hafalan hilang semua, gimana nih?”

            “Banyak anak karantina yang tadinya sudah menyelesaikan setoran tapi gak Muroja’ah bang, hilang deh….”

Insya Allah dalam kesempatan berikutnya akan saya jawab kedua pertanyaan yang paling umum itu.

Alhamdulillah, Wallahu a’lam bisshowab. (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 4,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa.

Lihat Juga

Austria Larang Pembagian Al-Quran