Topic
Home / Berita / Nasional / DPR: Khutbah Jumat di Aksi Super Damai Mewakili Perasaan Umat Islam

DPR: Khutbah Jumat di Aksi Super Damai Mewakili Perasaan Umat Islam

Kawasan Monas dan sekitarnya penuh sesak dengan peserta Aksi Damai Bela Islam III, Jumat (2/12/2016). (republika.co.id)
Kawasan Monas dan sekitarnya penuh sesak dengan peserta Aksi Damai Bela Islam III, Jumat (2/12/2016). (republika.co.id)

dakwatuna.com РWashington DC.  Aksi Bela Islam III yang diikuti jutaan umat muslim kemarin diakhiri dengan shalat Jumat. Pesan khutbah dalam shalat Jumat tersebut mewakili perasaan umat Islam Indonesia.

“Khutbah Habib Rizieq kemarin benar-benar mewakili perasaan umat Islam semua,” ujar anggota DPR RI Ahmad Zainuddin dalam pertemuan FPKS dengan komunitas muslim Indonesia di Imaam Center, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (2/12/2016).

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungan kemitraan 7 hari FPKS DPR RI dengan House Democracy Partnership-United State House of Representatif (BKSAP AS), Kementerian Luar Negeri AS, National Democratic Institute (NDI), International Republican Institute (IRI) serta warga negara Indonesia. Delegasi FPKS terdiri dari Mahfudz Abdurahman (Komisi V), Ahmad Zainuddin (Komisi IX), Hadi Mulyadi (Komisi VII), dan Chaerul Anwar (Komisi II).

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Indonesia menanyakan perkembangan sosial-politik Tanah Air, termasuk Aksi Bela Islam yang digelar Jumat 2 Desember.

Salah seorang pengurus Imaam Center, Faisal berharap aksi bela Islam yang sudah bergulir tiga kali menjadi momentum kebangkitan umat Islam di Indonesia. Dia mengungkapkan, umat muslim Indonesia yang berada di AS banyak yang mendukung Aksi Bela Islam III di Indonesia. Dukungan itu ditunjukkan dengan aksi kecil yang diwakili 30 WNI melakukan demonstrasi dukungan dan didokumentasikan melalui sosial media.

Dia berharap, semua elemen umat Islam dapat mempertahankan persatuan ini untuk kebangkitan Islam dan Indonesia.

“Ini momen yang paling bagus. Saya berharap kolaborasi partai Islam, ulama dan MUI. Jangan sampai kehilangan momen kebangkitan ini untuk NKRI,” harap Faisal.

Lebih lanjut, menurut Zainuddin, agar peristiwa 212 menjadi momentum kebangkitan diperlukan dua syarat lagi, yaitu elite umat yang solid dan kemampuan para elite umat untuk merumuskan ideologi perjuangan bersama.

“idelogi ini adalah masalah bersama yang diikat dengan nilai-nilai agama, yang menjadi tujuan bersama. Jadi dirumuskan bersama oleh pemimpin umat. Kalau ini bisa diwujudkan, kita sangat optimis dengan gerakan 3 kali bela Islam ini jadi modal umat Islam untuk bangkit,” cetus anggota Komisi IX DPR RI ini.

Dia juga mengatakan, aksi super damai yang berhasil menyatukan jutaan hati umat Islam ini selain karena faktor Alquran surat Almaidah ayat 51, tapi juga karena adanya ketidakadilan dan kezaliman yang dirasakan umat Islam dan masyarakat umumnya.

“Jadi ini sudah melampaui kesabaran masyarakat, yang sudah akumulasi sebelumnya. Al Maidah 51 ini jadi momentumnya,” imbuh Zainuddin.

Dalam diskusi tersebut, banyak WNI yang juga bertanya soal ekspansi ekonomi dan warga China ke Indonesia, gelombang tenaga kerja asing, hingga Pilkada DKI Jakarta.  (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Italia Larang Pembangunan Masjid Baru

Figure
Organization