Topic
Home / Berita / Nasional / Peserta Aksi Bela Islam Asal Ciamis: Sudah Jalan Dua Hari, Insya Allah Sanggup ke Jakarta

Peserta Aksi Bela Islam Asal Ciamis: Sudah Jalan Dua Hari, Insya Allah Sanggup ke Jakarta

Bela Islam
Peserta Aksi Bela Islam III asal Ciamis mulai memasuki daerah Nagrek, Jawa Barat. (republika.co.id)

dakwatuna.com – Tasikamalaya.  Memasuki hari ke dua, Peserta aksi jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta mulai mengalami kelelahan dan luka pada bagian kaki. Hingga saat ini, Selasa, (29/11/2016) massa telah mulai melewati wilayah Ciawi menuju Nagrek lewat jalan raya Ciawi.

Salah satu peserta aksi, Dimyati Amin menyampaikan rasa lelahnya. Ia menuturkan sekujur badannya mulai terasa pegal. Namun santri asal Ponpes Miftahul Huda itu enggan berhenti karena niatnya murni demi membela Islam.

“Iya capek sih. Ini paling lecet doang, pegel ada, sudah jalan dua hari. Tapi niatnya karena Allah saja jadi nikmati saja, Insya Allah sanggup ke Jakarta,” katanya seperti dilansir republika.co.id

Selama perjalanan ia mengaku tak membawa modal untuk makan dan minum. Ia mengatakan hanya membawa baju ganti, sandal dan sepatu. Sebab kebutuhan makan dan minum sepenuhnya dipenuhi oleh warga sekitar.

“Untuk makan kebutuhannya dapat dari warga semua, dikasih lagi ke orang lain karena banyak banget. Saya percaya di depan ada lagi yang kasih,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengaku tak memperoleh latihan fisik sebelum menjalani aksi kali ini. Sehingga ia merasa kesulitan dalam beradaptasi secara fisik. “Tidak ada latihan fisik sebelumnya,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, para peserta mengalami luka lecet di bagian kaki. Selain itu, beberapa peserta ada yang mengalami robek kecil di bagian kaki.

Sebagaimana diberitakan pikiran-rakyat.com, Ribuan santri perwakilan dari Pondok Pesantren se-Kabupaten Ciamis mulai berangkat ke Jakarta dangan berjalan kaki. Hal itu dilakukan karena tidak mendapatkan bus yang bersedia mengangkut massa ke Jakarta, terkait aksi unjuk rasa 2 Desember 2016.

Mereka mengambil titik awal menempuh perjalanan jauh dengan jalan kaki, long march dari Masjid Agung Ciamis, Senin 28 November 2016. Sebelum mengawali perjalanan panjang untuk bergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, para santri mendapat arahan dari koordinator kegiatan.

Setelah konsolidasi dianggap selesai, dari Masjid Agung Ciamis, massa santri mulai bergerak menyusuri jalan hingga seterusnya menuju Jakarta. Beberapa tempat istirahat, terutama pondok pesantren yang bakal dilewati, juga telah dipersiapkan menerima mereka.

“Tidak ada angkutan bus, karena PO bus dilarang, tidak menyurutkan tekad kami pergi ke Jakarta dengan jalan kaki. Kami mohon doa dari seluruh umat muslim, agar diberi kekuatan, keselamatan dan kelancaran,” tutur Komando Lapangan , Deden Badrul Kamal, Senin 28 November 2016 di halaman Masjid Agung Ciamis. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Grand Launching SALAM Teknologi Solusi Aman Covid-19 untuk Masjid

Organization