Topic
Home / Berita / Nasional / Polisi Tangkap Kader HMI, Berikut Kronologis Lengkapnya

Polisi Tangkap Kader HMI, Berikut Kronologis Lengkapnya

Polisi Menangkap Kader HMI terkait Kerusuhan yang Terjadi saat Aksi 4 November Lalu. (pbhmi.or.id)
Polisi Menangkap Kader HMI terkait Kerusuhan yang Terjadi saat Aksi 4 November Lalu. (pbhmi.or.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Kerusuhan yang terjadi saat aksi damai umat islam pada Jumat, (4/11/2016) ternyata berbuntut pada penangkapan sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) termasuk Ketua Umum Mulyadi P Tamsir dan Sekretaris Jendral Ami Jaya oleh kepolisian, Senin (7/11/2016) malam.

Ada sekitar 30-an aparat kepolisian mendatangi Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung No 25a, Jakarta. Mereka tidak menggunakan seragam dan hanya membawa surat penangkapan.

Berikut kronologi yang disampaikan oleh PB HMI kepada wartawan, dikutip dari republika.co.id, Selasa (8/11/2016):

Pukul 22.00 
Ketum bersama Sekjen dan sebagian presidium melakukan rapat terbatas untuk menyikapi surat panggilan kepolisian terhadap ketum PB dan Ketum Cabang Jakarta Selatan.

Pukul 23.00 Ketua Umum mendapat info ada kader HMI yang ditangkap.

Pukul 23.45 
sejumlah polisi berpakaian sipil mendatangi sekretariat PB HMI, membawa surat penggeledahan dan surat penangkapan terhadap Sekretaris Jenderal/AmiJaya.

Pukul 23.50 
polisi-polisi tersebut menjelaskan kedatangannya dan sempat terjadi cekcok dengan salah satu pengurus karena sikap polisi yang tak beretika. Polisi akhirnya dipersilahkan untuk menemui Ketua Umum. Sempat terjadi perdebatan yang berujung pada perlakuan kasar kepada Ketua Umum, karena pihak polisi ngotot dan memaksa untuk melakukan penangkapan.

Pukul 23.55  
Ketua Umum diseret menuju mobil. Tapi mendapat perlawan dari pengurus yang hadir.

Pukul 23.56 
Ketum dilepaskan karena polisi ternyata keliru menganggap Ketum sebagai saudara Sekjen

Pukul 23.57  
negoisasi terjadi antara PB HMI dan polisi. Akhirnya PB HMI menerima Sekjen untuk dibawa ke Polda dengan catatan, didampingi oleh Ketum dan pengurus. Serta tidak menggunakan mobil Polisi tapi menggunakan mobil PB HMI

Pukul 00.00 
Sekjen bersama ketum di bawa ke Polda Metro Jaya.

“Demikian kronologi disampaikan,” jelas Kepala Bidang Infokom PB HMI, Firdaus Jalal, Selasa (8/11/2016).  

Penangkapan kader HMI tersebut langsung mendapat kecaman dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia yang menilai penangkapan itu sebagai pembungkaman suara mahasiswa.

Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia, Anhar Tanjung mengatakan, penangkapan terhadap kader HMI itu dianggap menciderai kebebasan berpendapat, khususnya terhadap mahasiswa. Bahkan, penangkapan itu dinilai sebagai salah satu cara pemerintah membungkam suara mahasiswa.

“Itu cara mereka (pemerintah) membungkam terhadap gerakan mahasiswa. Kami sesama mahasiswa tak menginginkan itu terjadi, sebab kebebasan mahasiswa menjadi dipreteli,” ujarnya, Selasa (8/11/2016) seperti dilansir okezone.com

Menurutnya, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia berencana menggelar koordinasi dengan HMI dan elemen mahasiswa lainnya untuk menindaklanjuti penangkapan terhadap para mahasiswa. Kalau pun nantinya digelar demo secara besar-besaran, pihaknya pun siap mendukungnya demi kebebasan mahasiswa. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Grand Launching SALAM Teknologi Solusi Aman Covid-19 untuk Masjid

Figure
Organization