Home / Berita / Internasional / Asia / Yusuf Al-Qaradhawi: Allah Selamatkan Peradaban yang Sedang Dibangun Rakyat Turki

Yusuf Al-Qaradhawi: Allah Selamatkan Peradaban yang Sedang Dibangun Rakyat Turki

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi. (aa.com.tr)
Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi. (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Ketua Persatuan Ulama Muslim Dunia (IUMS), Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, memberikan ucapan selamat kepada presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, atas keberhasilannya menggagalkan upaya kudeta militer. Menurutnya, keberhasilan ini memberikan kebaikan yang sangat besar bagi rakyat Turki dan umat Islam.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran Turkish Radionand Television (TRT) berbahasa Arab, Sabtu (16/7/2016) yang lalu, lebih lanjut Syaikh Al-Qaradhawi mengatakan, “Allah Taala telah menghinakan di hadapan semua orang sebuah kelompok lemah yang ingin menghentikan perjuangan rakyat Turki dalam membangun peradabannya. Saya ucapkan selamat pada saudara kita, Recep Tayyip Erdogan, beserta seluruh rekannya. Semoga Allah memberkahi kemenangan yang bisa mewujudkan harapan besar rakyat Turki ini.”

Syaikh Al-Qaradhawi juga menegaskan pentingnya menjatuhkan hukuman kepada para pemberontak tersebut. “Setiap orang harus menerima ganjaran atas apa yang mereka lakukan. Jangan sampai mereka dibiarkan tanpa hukuman apapun.”

Syaikh Al-Qaradhawi berharap, penegakan hukum bisa membantu Turki mencapai apa yang dicitakannya. “Kita berdoa semoga Allah Taala menunjukkan dan menguatkan warga Turki untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Proyek besar mereka saat ini adalah menjadikan Turki salah satu negara terkuat di dunia.”

Syaikh Al-Qaradhawi menambahkan, “Turki telah berhasil beberapa tahun lalu, dan akan terus berhasil pada tahun-tahun mendatang. Kami selalu mendukung kalian, bangsa besar Turki dengan pemimpin kuatnya. Kami mendukung dengan segala yang kami miliki, baik jiwa, anak-anak, maupun harta kami. Sabtu kemarin adalah hari yang sangat bersejarah. Allah Taala tunjukkan pada kita semua bagaimana Dia mengatur segala urusan.”

“Setiap hari, bangsa Turki mendapatkan kesuksesan yang sangat besar. Para pemberontak itu datang hanya untuk menghentikan kejayaan tersebut. Tapi Allah telah menyingkap makar mereka. Allah telah mengungkap siapa sebenarnya mereka. Begitu terjadi pengkhianatan, saudara kita, Presiden Erdogan, dengan sigap segera menghimbau rakyatnya agar turun jalan. Mendatangi bandara-bandara dan jalan-jalan besar untuk menghentikan pengkhianatan ini,” sambung Syaikh Al-Qaradhawi.

Syaikh Al-Qaradhawi memuji rakyat Turki ketika merespons himbauan Erdogan tersebut. “Rakyat Turki ternyata menyambut himbauan Erdogan ini. Termasuk pula barisan oposisi. Karena mereka tidak mau negara mereka kembali jatuh ke tangan para penjahat tersebut. Aku sangat salut dengan para oposisi Turki saat ini,” ujar Syaikh Al-Qaradhawi.

Syaikh Al-Qaradhawi menjelaskan bahwa seluruh rakyat Turki menolak kudeta. Bahkan seluruh bangsa Arab, dunia Islam, dan juga bangsa-bangsa pencinta kebebasan penggagalan kudeta. Kudeta militer sungguh telah mengagetkan bangsa-bangsa merdeka yang selalu menciptakan kehebatan.

Ulama referensi dunia Islam ini juga mengapresiasi rakyat Turki yang telah teguh menentang kudeta di seluruh jalanan Turki. Mereka terdiri dari laki-laki, perempuan, dan juga orang tua. Wajarlah jika bangsa ini memperoleh kemenangan. Mereka berhasil melakukan hal yang terlihat mustahil berhasil. Hanya butuh waktu beberapa jam, mereka bisa menyepakati tujuan dan aksinya. Akhirnya mereka pun berhasil menjatuhkan para pengkudeta. Kita bersyukur kepada Allah atas keberhasilan ini. Allah berfirman: “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam)”. Allah telah memerintahkan kita agar menjadi jamaah yang seperti bangunan, berdiri kokoh dan saling menguatkan.” (msa/syamil/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Agency

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization