Home / Berita / Silaturahim / Pesan Salim Segaf Al-Jufri Kepada Para Hafizh dan Dai An-Nuaimy

Pesan Salim Segaf Al-Jufri Kepada Para Hafizh dan Dai An-Nuaimy

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Salim Segaf Al-Jufri saat Wisuda Penghafal Al-Quran dan Pelepasan Dai Nusantara, di Mahad Aly An-Nuaimy, Kamis (26/5/2016). (Muhaimin Ibnu Aziz)
Salim Segaf Al-Jufri saat Wisuda Penghafal Al-Quran dan Pelepasan Dai Nusantara, di Mahad Aly An-Nuaimy, Kamis (26/5/2016). (Muhaimin Ibnu Aziz)

dakwatuna.com – Mahad Aly An-Nuaimy melakukan Wisuda Penghafal Al-Quran dan Pelepasan Dai Nusantara, Kamis (26/5/2016). Penghafal Al-Quran yang diwisuda sejumlah 36 orang dan dai sebanyak 76 orang yang siap diterjunkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Acara ini selain dihadiri oleh Ketua Yayasan An-Nuaimy, Abdullah Said Baharmus, Direktur Mahad Aly An-Nuaimy, Itang Rusmana, para dosen, para donator dari berbagai lembaga dan institusi, serta beberapa tamu undangan, juga dihadiri oleh Menteri Sosial RI periode 2009-2014, Salim Segaf Al-Jufri yang diundang untuk memberikan taujih kepada para hafizh dan dai.

Salim Segaf Al-Jufri berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam amal baik yang melahirkan para hafizh dan dai ini. Ustadz yang bergelar doktor tersebut kemudian memberikan beberapa pesan dalam taujihnya bahwa setelah nikmat iman dan Islam, nikmat besar lain yang harus dijaga adalah nikmat sebagai dai. Bahwa agama ini pasti tersebar di malam maupun siang, terus-menerus tersebar, itu pasti sebagaimana kata Rasulullah SAW, tetapi apakah kita ada andil di dalam ketersebaran agama ini atau tidak?

Wisuda Penghafal Al-Quran dan Pelepasan Dai Nusantara, di Mahad Aly An-Nuaimy, Kamis (26/5/2016). (Muhaimin Ibnu Aziz)
Wisuda Penghafal Al-Quran dan Pelepasan Dai Nusantara, di Mahad Aly An-Nuaimy, Kamis (26/5/2016). (Muhaimin Ibnu Aziz)

“Apakah Allah SWT tidak sanggup memenangkan Rasulullah SAW dalam dakwahnya?”, kata Salim Segaf Al-Jufri.

“Lalu membutuhkan sahabat? Membutuhkan waktu 23 tahun untuk dakwah? Membutuhkan infaq sana-sini dari para sahabat? Jawabnya tentu tidak, dan Allah SWT Maha Kuasa untuk memenangkan Rasul-Nya, namun hal tersebut ada untuk ladang amal dan sumber kemuliaan kita sebagai dai,” ujar Salim Segaf melanjutkan.

Salim Segaf juga mengatakan dalam taujihnya, “Ketika ditakdirkan menjadi dai, buktikan! Buktikan dalam bentuk berkhidmat (melayani) pada masyarakat, menjaga akhlak ketika bergaul dengan mereka sehingga mereka merasakan Islam yang sebagaimana harusnya, yang damai dan penuh kebaikan. “

Wisuda Penghafal Al-Quran dan Pelepasan Dai Nusantara, di Mahad Aly An-Nuaimy, Kamis (26/5/2016). (Muhaimin Ibnu Aziz)
Wisuda Penghafal Al-Quran dan Pelepasan Dai Nusantara, di Mahad Aly An-Nuaimy, Kamis (26/5/2016). (Muhaimin Ibnu Aziz)

Doktor di bidang syariah tersebut juga sangat menekankan dalam taujihnya agar para dai penuh keyakinan akan ditolong oleh Allah SWT dan memberi kabar gembira serta memudahkan dalam dakwahnya. Penuh keyakinan akan ditolong Allah SWT ketika dihadapkan kepada masalah, baik itu berkenaan dengan rezeki maupun yang muncul pada saat berada di tengah masyarakat. Memberi kabar gembira dan memudahkan dalam dakwah sebagaimana perintah Rasulullah SAW:

“يسروا ولا تعسروا وبشروا ولا تنفروا”

“Berilah kemudahan dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari.”

Terakhir, Salim Segaf berpesan agar banyak bertanya dan membaca, serta mengingatkan bahwa dai bukanlah seorang hakim yang menjadi tukang vonis di tengah masyarakat. (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Mahasiswa.

Lihat Juga

Pesan Prabowo untuk Masyarakat Kabupaten Bekasi