Topic
Home / Berita / Nasional / Menlu: Sejauh Ini Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Serangan di Paris

Menlu: Sejauh Ini Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Serangan di Paris

Sedikitnya 153 orang dikabarkan menjadi korban serangan di Paris dan Saint-Denis, tempat Stadion Stade de France berada. (viva.co.id)
Sedikitnya 153 orang dikabarkan menjadi korban serangan di Paris dan Saint-Denis, tempat Stadion Stade de France berada. (viva.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) terus mencari informasi terkait dengan aksi penembakan dan peledakan di Kota Paris, Prancis. Sejauh ini, belum ada laporan adanya WNI yang menjadi korban tragedi tersebut.

Menlu RI Retno LP Marsudi mengatakan, pasca kejadian nahas yang terjadi pada Jumat (13/11/15) tersebut, pihaknya langsung bergerak mencari informasi apakah ada WNI yang menjadi korban.

“Begitu kejadian terjadi kita langsung melakukan koordinasi dan semua mesin perlindungan kita sudah langsung bekerja dengan baik,” kata Retno di Hotel IC Santai, Antalya, Turki, Sabtu (14/11/2015) malam. Demikian dilansir detikcom

Retno mengatakan, Kementerian Luar Negeri langsung membuka hotline. Sejauh ini sudah ada 5 hotline yang dibuka Kementerian Luar Negeri terkait peristiwa tersebut.

“Hotline kita tambah. Hotline yang ada di KBRI Paris kita tambah menjadi tiga hotline. Kemudian hotline di KJRI Marseille juga kita aktifkan, dan tentunya juga hotline di Kementerian Luar Negeri. Jadi so far untuk penanganan kasus di Paris lima hotline berfungsi dengan baik,” katanya.

Retno sendiri suda berkoordinasi langsung dengan pihak KBRI di Paris. Dikatakan Retno, pihaknya belum menerima kabar adanya WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Hari ini kita berkoordinasi dengan baik dengan KBRI Paris dan kita membentuk satu grup komunikasi yang baik, Jakarta-Paris-Marseille. Dan KBRI Paris hari ini melakukan penelusuran untuk mendapatkan informasi kemungkinan adanya WNI yang jadi korban. Sejauh ini kita belum terima informasi apapun terkait korban WNI,” jelas Retno.

Serangan di Paris, Perancis, pada Jumat (13/11/2015)  sedikitnya telah menyebabkan 153 orang tewas dalam penembakan dan pengeboman di Paris dan Saint-Denis, tempat Stadion Stade de France berada.  Menurut Kementerian Dalam Negeri Perancis, sebanyak 112 orang di antaranya terbunuh di ruang konser Bataclan.

Dikutip dari kompascom, Stasiun TV jaringan CNNBFMTV, melaporkan, unit SWAT menyerbu ruang konser Bataclan. Menurut kepolisian setempat, dua penyerang dibunuh.

“Polisi juga membebaskan sedikitnya 100 sandera di dalam ruang konser,” kata produser CNN. Beberapa di antaranya tampak terluka. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Semusim Cinta, Ajang Menambah Ilmu dan Silaturahim Akbar WNI Muslimah Se-Korea Selatan

Figure
Organization