Topic
Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Keharmonisan Rumah Tangga, Anda yang Ciptakan!

Keharmonisan Rumah Tangga, Anda yang Ciptakan!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (amnahakim.com)
Ilustrasi. (amnahakim.com)

dakwatuna.com – Berdasarkan hasil counseling saya selama ini sebagian wanita muak melihat pasangan-pasangan di media sosial memasang foto kemesraan sebau pengumuman mereka romantis, mereka yang muak ini adalah mereka yang selama pernikahan tidak menemukan makna keharmonisan dan makna kebahagiaan, selain itu mereka mendapatkan curhat-curhat negatif dari teman-teman wanitanya tentang keluarga masing-masing yang mengalami hal yang sama, sehingga mereka berkesimpulan bahwa mereka yang memasang foto mesra itu adalah pencitraan, settingan, drama dll. Kesimpulan ini adalah bentuk keputusasaan mereka terhadap perjalanan hidup berumah tangganya.

Secara mendasar sebenarnya apa yang disimpulkan oleh mereka yang muak dengan foto mesra tersebut tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar, artinya masih bersifat setengah benar dan setengah salah. Dari mana benarnya? Baiklah, saya sudah menginterview banyak wanita berumah tangga dari sejak mereka menikah dari tahun pertama, dalam temuan saya mengejutkan foto mesra mereka kebanyakan di usia 40 tahun ke atas, lalu ke mana saja mereka sebelum 40 tahun? Tahun pertama sampai tahun keempat pernikahan biasanya wanita cenderung bersabar dan ikhlas menerima pasangannya, tetapi tahun kelima hingga tahun ke-15 pernikahan sebagian wanita melanglang buana mencari “pelampiasan” dengan banyak mengenal lelaki selain suaminya, bahkan sebagian dari mereka sampai berhubungan intim, tentunya tidak sepengetahuan suaminya karena berdasarkan hasil penelitian banyak pakar wanita paling jago menutupi perselingkuhan dan tindakan mesumnya di belakang suaminya, maka kemudian tidaklah heran jika Allah Swt dan Rasulullah SAW mengingatkan begitu banyak wanita masuk Neraka di akhirat kelak, bisa jadi ini salah satu penyebabnya.

Hasil penelusuran saya sebagai seorang counselor dengan menginterview klien saya ditemukan fakta mengapa para istri itu tega melakukan itu semua di belakang suaminya? Jawaban singkatnya KECEWA atau dalam bahasa penulis lebih kepada tidak mensyukuri apa yang Allah berikan padanya. Kecewa kenapa? Suaminya tidak berpenghasilan seperti suami orang lain, suaminya tidak romantis, suaminya tidak tinggi besar seperti suami orang lain, suaminya pemalu, suaminya doyan tidur, suaminya tidak mengerti perasaannya ketika diranjang, suaminya suka marah-marah pada anaknya, suaminya tidak akur dengan orang tua istrinya, suaminya pemalas, suaminya tidak jantan, suaminya lebih rendah penghasilan dari dirinya, suaminya menyeleweng, suaminya menikah lagi, dan sejuta alasan yang menyebabkan sang Istri tersebut melampiaskannya dengan mengenal lelaki lain selain suaminya, bisa jadi suami orang lain yang dikenalnya di Facebook, BBM, sahabat lamanya yang dulu pernah bertemu, teman kerjanya di kantor cabang yang berbeda, dll.

Setelah 6 sampai 10 tahun perjalanan dia melanglang buana, hingga akhirnya sampai berzina dengan banyak pria yang sebenarnya hanya memanfaatkan hubungan seksnya saja, sang Istri ini menemukan sebuah kondisi “LELAH”, muncul banyak pertanyaan mengapa aku begini, ternyata suamiku baik hati, mengapa aku begitu tega meninggalkannya dan berzina dengan banyak pria hanya karena kekurangannya, padahal lelaki lain tidak pernah memberikan nafkah apapun sedangkan suamiku setiap hari dan setiap bulannya memperhatikan aku, walaupun banyak kekurangannya ternyata laki-laki lain itu brengsek semua, dan hanya suami saya saja yang saat ini benar-benar laki-laki sejati, suamiku tidak menyakitiku mungkin karena aku terlalu pandai menutupi perselingkuhanku, Oh Tuhan……

Suami yang awalnya seperti banyak mengecewakannya, kini seperti pahlawan. Sang suaminya tanpa sadar kenapa saat ini Istrinya berubah jadi lebih baik, lebih melayani baik di ranjang maupun di luar ranjang, bahkan mulai mengajak suaminya untuk jalan-jalan, foto-foto dan kemudian Facebook, BBM, WA sang istri selalu memasang foto-foto mereka berdua, bahkan tidak jarang sang istri mengirimkan kata-kata mesra kepada suaminya dalam kondisi apapun.

Setelah 10 tahun sang istri melanglang buana dalam perselingkuhannya, mencari pelampiasan terhadap kekurangan suaminya dan ternyata tidak ketemu satupun pria yang lebih baik dari suaminya saat ini.

Karena fenomena inilah yang membuat penulis mengatakan apa yang disimpulkan wanita yang muak dengan foto mesra itu adalah settingan, kamuflase dan pencitraan tidak sepenuhnya salah. Karena cerita di atas begitu nyata dan banyak terjadi, bisa jadi pada Istri Anda saat ini.

Tetapi, pernyataan sang Istri yang muak di atas tentang foto mesra itu tidak sepenuhnya benar, karena begitu banyak wanita yang menikah karena Allah Swt sehingga dari awal dia mengerti bahwa apa yang ditakdirkan Allah untuknya saat ini dari awal menikah sampai akhir hayat harus dia jaga, wanita-wanita shalihah yang selalu menjaga diri dan hatinya dari zina jenis apapun.

Ketika saya membuka buku harian tahun 1994, di mana saat itu saya masih berusia 14 tahun. Penulis menemukan sebuah artikel yang sudah saya tulis 11 tahun sebelum menikah, dengan judul “Keharmonisan Rumah Tangga”. Dalam artikel tahun 1994 di buku harian saya tersebut tertulis bahwa membangun rumah tangga yang harmonis itu dengan dasar firman Allah Swt “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang mana bahan bakarnya terbuat dari batu dan manusia”.

Sebagai seorang Ayah, konsep berpikirnya adalah dia akan bertanggungjawab penuh terhadap keluarganya baik istri dan anak-anaknya, kebaikan istri dan anak-anak menjadi tanggung jawabnya, demikian juga jika istri dan anak-anaknya tidak beriman dan tidak beramal dengan benar maka itupun akan menjadi tanggung jawabnya di akhirat kelak, maka dia harus benar-benar memperhatikan hal ini selama hidup di dunia.

Sebuah keluarga handal dimulai dari PERNIKAHAN SAH berdasarkan Islam, dengan memilih pasangan dari sisi kekuatan agama, kejujuran, kecantikan dan kekayaan, serta keturunan yang baik pula. Prinsip dasar yang lain bahwa setiap istri dan suami memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang harus sama-sama dijalankan, dan ini sudah diatur secara komplit oleh Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin.

Suami tidak boleh melakukan kekerasan dalam rumah tangga, tidak boleh membahas keburukan istri kepada siapapun, hal ini pun berlaku sama bagi istri terhadap suaminya.

Secara singkat penulis menyimpulkan “Kewajiban Istri adalah Hak Suami dan Hak Suami adalah Kewajiban Istri”, ini prinsip dasarnya dan jangan ditabrak oleh kedua pasangan, maka jadilah suami yang mendukung istrinya dan menjadi suami yang didukung istrinya”.

Dan, sesungguhnya keharmonisan rumah tangga dari awal pernikahan itu Anda yang rancang, Anda yang ciptakan bahkan jauh sebelum Anda memutuskan akan menikah dengan pasangan Anda.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
HR Manager PT Hitachi Power Systems Indonesia, Tinggal Di DKI Jakarta kelahiran Kota Ketapang, Kalimantan Barat. A Speaker, Motivation Trainer, Thinker and a Writer on culture, humanity, education, politics, peace, Islam, Palestinian, Israel, America, Interfaith, transnational, interstate, Management, Motivation and Cohesion at workplace. Committed to building a Cohesive Indonesia, Cohesive Industrial relation, Cohesion at workplace and offer Islamic solutions to the problems that inside. Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat.

Lihat Juga

Grand Launching SALAM Teknologi Solusi Aman Covid-19 untuk Masjid

Figure
Organization