Topic
Home / Berita / Internasional / Afrika / Syaikh Muhammad Jibril: Aku Bukan Ikhwan, Aku Hanya Cinta Tanah Air

Syaikh Muhammad Jibril: Aku Bukan Ikhwan, Aku Hanya Cinta Tanah Air

Foto Syaikh Muhammad Jibril dalam cd murattalnya.
Foto Syaikh Muhammad Jibril dalam cd murattalnya.

dakwatuna.com – Kairo. Melalui situsnya, Syaikh Muhammad Jibril, yang saat ini sedang ramai dibicarakan karena doa qunutnya yang mengecam penguasa kudeta, membantah mempunyai afiliasi terhadap kelompok politik tertentu. Dirinya mengaku hanya mencintai Al-Quran, dan melaksanakan pesan-pesannya.

Lebih lanjut, seperti dilansir Klmty, Kamis (16/5/2015) hari ini, Syaikh Jibril mengatakan, “Aku sangat mencintai tanah airku. Aku tidak berafiliasi kepada kelompok politik tertentu. Track recordku menjadi buktinya. Aku hanya berafiliasi kepada cinta kepada Al-Quran. Aku membawa pesan-pesan Al-Quran di dalam dan luar Mesir.”

Syaikh Jibril berharap Mesir terhindar dari malapetaka, “Aku selalu berdoa kepada Allah Taala agar menghindarkan Mesir dan rakyatnya dari segala keburukan. Hanya Allah Taala yang kuasa melakukannya. Aku pasrah dan berlindung hanya kepada Allah Taala.”

Departemen wakaf kudeta Mesir, Selasa (14/7/2015) kemarin, mengeluarkan keputusan melarang Syaikh Jibril menjadi imam, bukan hanya di Masjid Amru bin Ash, tapi juga di seluruh masjid di Mesir. Bahkan negara-negara Arab yang biasa mengundangnya akan diminta tidak tidak lagi mengundangnya untuk menjadi imam.

Dalam doa qunutnya pada malam ke-27 Ramadhan di masjid terbesar dan tertua di Mesir, Masjid Amru bin Ash, Syaikh Muhammad Jibril mendoakan agar para penguasa yang kejam dan zhalim dilaknat oleh Allah Taala. Hal ini, menurut menteri wakaf, Muhammad Mukhtar Jumah, adalah penghinaan terhadap negara dan sangat membahayakan kepentingan nasional. (msa/dakwatuna)

Sumber: Klmty

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Pengadilan Mesir Bebaskan Jurnalis Al Jazeera Mahmoud Hussein dari Penjara

Figure
Organization