Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Jadikan Ramadhan Terbaik dalam Hidup

Jadikan Ramadhan Terbaik dalam Hidup

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi (inet)
ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Sebagai seorang mukmin, kita bahagia sekali dipertemukan lagi dengan bulan suci Ramadhan tahun 1436 H. Kita berharap agar Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terbaik dari Ramadhan sebelumnya. Pasalnya tidak ada jaminan apakah kita masih diberi kesempatan lagi untuk memasuki Ramadhan tahun depan bahkan juga tidak ada jaminan kita dapat menyelesaikan amaliyah Ramadhan sebulan penuh. Semuanya misteri, tidak ada satupun di antara kita yang dapat memprediksi usia atau batas akhir umur seseorang . Makanya kita harus bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amaliyah Ramadhan dalam mencapai derajat takwa. Bagi kita, Ramadhan tidak hanya sebatas rutinitas semata namun merupakan sarana yang bermakna dalam menempa diri menjadi pribadi muslim sejati.

Dalam menjadikan Ramadhan terbaik dalam hidup ini, kita harus mampu memaknai Ramadhan sebagaimana Rasulullah dan sahabat memaknainya. Di sinilah kepahaman dan ilmu yang luas berkaitan dengan Ramadhan dan amalan yang di dalamnya harus dimiliki. Karena memang orang yang beramal dengan ilmu dan kepahaman yang benar akan meraih kualitas ibadah yang maksimal. Sebaliknya, orang yang beramal hanya sebatas ikut-ikutan atau tanpa ilmu maka yang akan diperolehnya sebanding dengan apa yang diusahakannya dan kualitas amalnya.

Semua kita tentu sepakat agar Ramadhan dapat memberi manfaat dan hikmah yang besar dalam hidup ini. Kita harus mampu memahami nilai-nilai Ramadhan bagi seorang muslim. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam Ramadhan adalah:

Pertama, Ramadhan sebagai ‘Syahrul Syiam’. Dalam bulan ini kita diwajibkn berpuasa untuk meraih derajat takwa sebagaimana termaktub dalam surah Al Baqarah 183. Rasulullah juga mengemukakan ibadah puasa juga bisa mengampuni dosa-dosa kita yang telah berlalu,. Makanya kita akan memaknai ibadah puasa berbeda dengan kebanyakan orang awam.Kita berpuasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus akan tetapi berusaha menahan dari segala hal yang akan membatalkan atau mengurangi pahala ibadah puasa.

Kedua, Ramadhan sebagai ‘Syahrul Tarbiyah’. Ramadhan juga disebut dengan bulan tarbiyah atau pendidikan karena dalam bulan ini kita dibina dan dididik langsung oleh Allah dengan pendidikan Ilahiyah. Ibadah puasa yang dijalani pada siang hari memiliki nilai pendidikan yang luar biasa bagi seorang hamba. Dengan ibadah puasa seseorang dididik untuk disiplin, jujur, bertanggung jawab dan akhlakul karimah lainnya yang penuh pesona. Selama bulan Ramadhan kesempatan untuk belajar juga semakin besar dengan diadakannya wirid pengajian sebelum melaksanakan shalat tarawih di samping juga mendalami Islam melalui membaca dan mengikuti tayangan Islami.

Ketiga, Ramadhan sebagai ‘Syahrul Jihad’. Dalam bulan Ramadhan kita dituntut berjihad dan berjuang untuk mengendalikan diri dan nafsu kita. Kita harus berusaha maksimal melaksanakan amal kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Hal yang mubah harus kita sikapi dengan benar apalagi yang haram. Untuk itu kita dianjurkan lebih banyak merenung dari bermenung, lebih sering tilawah ketimbang berbicara, mengisi hari dengan banyak ibadah daripada bercanda atau berada di depan layar kaca. Selama Ramadhan produktivitas dan kreativitas kita bukannya hilang atau berkurang akan tetapi justru semakin meningkat karena spirit Ramadhan. Sejarah mencatat bahwa Rasul dan sahabat berperang menghadapi kafir Quraisy juga dalam bulan Ramadhan dan dapat meraih kemenangan.

Keempat, Ramadhan sebagai ‘Syahrul Ukhuwah’. Ramadhan juga mendidik hamba untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam. Dalam bulan ini kita ditantang untuk membuktikan keimanan dengan merealisasikan persaudaraan dalam kehidupan nyata. Membukakan orang yang berpuasa, membayarkan zakat maal dan fitrah,menyantuni fakir miskin dan anak yatim, shalat berjamaah serta mendoakan saudara kita yang seiman merupakan nilai ukhuwah yang dapat kita lakukan dalam bulan suci ramadhan sebagai wujud keimanan yang indah.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Lahir di Batusangkar tanggal 28 September 1967. SD sampai SMA di Batusangkar dan menamatkan S1 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar. Tamat April 1993 dan kemudian mengajar di MTSN Batusangkar sebagai tenaga honorer. Tahun 1992-2005 aktif mengelola kegiatan Pendidikan dan Dakwah Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam Wihdatul Ummah. Tahun 1995 bersama aktivis dakwah lainnya, mendirikan TK Qurrata Ayun , tahun 2005 mendirikan SDIT dan PAUD. Semenjak tahun 1998 diangkat sebagai guru PNS dan mengajar di SMAN 2 Batusangkar sampai sekarang. Tahun 2012 mendirikan LSM Anak Nagari Cendekia yang bergerak di bidang dakwah sekolah dan pelajar diamanahkan sebagai ketua LSM. Di samping itu sebagai distributor buku Islami dengan nama usaha Baitul Ilmi. Sejak pertengahan Desember 2012 penulis berkecimpung dalam dunia penulisan dan dua buku sudah diterbitkan oleh Hakim Publishing Bandung dengan judul: "Daya Pikat Guru: Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa dan Belajar itu Asyik lho! Agar Belajar Selezat Coklat. Kini tengah menyelesaikan buku ketiga Guru Sang Idola: Guru Idola dari Masa ke Masa. Di samping itu penulis juga menulis artikel yang telah dimuat oleh Koran lokal seperti Padang Ekspress, Koran Singgalang dan Haluan. Nama istri: Riswati guru SDIT Qurrata Ayun Batusangkar. Anak 1 putra dan 2 putri, yang pertama Muthiah Qurrata Aini (kelas 2 SMPIT Insan Cendekia Payakumbuh), kedua Ridwan Zuhdi Ramadhan (kelas V SDIT ) dan Aisyah Luthfiah Izzati (kelas IV SDIT). Alamat rumah Luak Sarunai Malana Batusangkar Sumbar.

Lihat Juga

Muhasabah, Kebaikan untuk Negeri

Figure
Organization