Home / Berita / Internasional / Asia / Utusan Yaman Seru Campur Tangan PBB Atasi Milisi Syiah Hutsi

Utusan Yaman Seru Campur Tangan PBB Atasi Milisi Syiah Hutsi

Relawan Yaman yang mengamankan jalan utama yang menghubungkan Sanaa dengan selatan  (reuters/bbc)
Relawan Yaman yang mengamankan jalan utama yang menghubungkan Sanaa dengan selatan (reuters/bbc)

dakwatuna.com – Yaman. Dubes Yaman untuk PBB, Khalid Al-Yamaany, meminta masyarakat internasional untuk segera campur tangan menyelamatkan negara itu dari milisi Syiah Hutsi.

Al-Yamaany juga meminta Dewan HAM PBB untuk menentang pelanggaran yang tidak beradab dilakukan milisi Syiah Hutsi terhadap rakyat sipil Yaman.

Menurutnya, kelompok yang mengkudeta Yaman itu terbukti telah melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat sipil dan menghalang-halangi bantuan dari tim medis.

Dubes Al-Yamaany menyeru DK PBB dan kekuatan internasional lainnya agar segera campur tangan dan mengirimkan pasukan daratnya guna menyelamatkan negara itu, terutama di daerah Aden dan Ti’iz.

Sebagaimana dilansir BBC (7/5/2015), seruan itu diperkirakan banyak pihak akan direspons oleh PBB, sebagaimana seruan sebelumnya disampaikan Presiden Yaman, Abdu Rabbih Manshur Hadi, yang ditindaklanjuti oleh negara-negara Koalisi Arab.

Pada tanggal 26 Maret 2015 lalu, Koalisi Arab yang dikomandoi oleh Arab Saudi melancarkan operasi militer ke Yaman yang mereka namakan ‘Ashifah Al-Hazm, untuk memerangi milisi Syiah Hutsi yang mengambil alih kekuasaan.

Meskipun dilancarkan dalam kekuatan besar, operasi militer Koalisi Arab dinilai belum berhasil menghalangi Syiah Hutsi untuk memperluaskan daerah yang dikuasainya di Yaman, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai oleh pendukung Presiden Yaman yang diakui dunia, Abdu Rabbih Manshur Hadi. (bbc/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 0,00 out of 5)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

PBB: Kematian Mursi Harus Diselidiki Secara Independen

Figure
Organization