Home / Pemuda / Essay / PHP: Pemuda Harapan Palsu

PHP: Pemuda Harapan Palsu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Di Yordania, terdapat sekumpulan pemuda yang sudah terlahir di kondisi yang sangat mencekam. Sejak kecil, lingkungan perang telah menjadi kehidupan sehari-hari bagi para anak disana. Dengan begitu, mental mereka pun teruji. Tak jarang mereka harus memegang senjata maupun berjaga bergantian untuk melindungi rumah dan keluarga mereka. Namun keadaan tersebut tak sedikitpun berefek pada kualitas pribadi para pemuda itu.. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki banyak hafalan Alquran. Ada yang sudah 10 Juz, ada yang 20 Juz, ada yang bahkan sudah hafal Alquran secara penuh 30 Juz. Itulah mereka, anak-anak muslim yang terlahir di perbatasan Yordania.

Berbicara mengenai pemuda di dunia, kita melihat ada fenomena “minyak dan air”. Keduanya sama-sama zat cair, tapi perbedaan sifat fisis dan kimiawinya sangat jauh berbeda. Kita melihat anak-anak Yordania yang sangat struggle dengan tetap berkilau dengan kecakapan agama dan mentalnya, sedangkan di sisi lain, kita melihat pemuda Indonesia dan negara-negara pada umumnya hari ini. Pemuda hari ini hidup dengan banyak kemudahan. Selain tidak dilahirkan di tengah kondisi peperangan, pemuda hari ini juga sangat terfasilitasi oleh situasi lingkungan dan zaman. Bagai monyet yang jatuh dengan angin sepoi-sepoi, pemuda yang mendapat kenikmatan tadi, sejatinya sedang berada pada posisi penurunan drastis dalam segi kualitas hidupnya.

Pemuda sejatinya adalah harapan. Kehadiran, kontribusi, aksi, maupun reaksi kita selalu menjadi harapan bagi banyak pihak, terutama bagi Negara. Para pemimpin hari ini akan habis masa kepemimpinannya dan kemudian digantikan oleh pemuda sekarang. Bahkan Imam Sayyid Hasan Al-Banna, Pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, dalam Kitab Majmu’atur Rasail, berbicara tentang pemuda, “sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”.

Sayang sekali, pemuda hari ini banyak yang tidak tahu bahwa mereka adalah “hope” (harapan). Seiring dengan perkembangan teknologi dan arus informasi yang dikuasai oleh industri media, serta sedikitnya keinginan untuk membaca jejak dan pesan sejarah, membuat pemuda hari ini sibuk dan tak memiliki semangat untuk mngoptimalkan kepemudaannya untuk menjadi agen perubahan (agen of change). Pada akhirnya, keberadaan pemuda tak mampu memberi arti kebaikan apapun di tengah masyarakat itu membuat mereka disebut sebagai Pemuda Harapan Palsu (PHP). Pemuda yang disebut PHP itu senantiasa melakukan 10 hal ini :

  1. Ilmu yang mengendap, lantas mati tanpa bekas (berupa amal).

Banyak pemuda yang mencari ilmu, belajar ini itu, ikut kegiatan ini itu, mendapat pelajaran ini itu, namun tak berbekas pada aplikasi maupun manfaat pada kehidupan. Ilmu sebatas pengetahuan di kepala tanpa aksi nyata pada seluruh anggota badan

  1. Amal yang dilakukan tanpat ketulusan.

Melakukan amal dengan ketulusan dan kesungguhan yang tidak 100% sehingga tidak mampu menjadi amal yang powerful dan mampu menginspirasi orang lain.

  1. Harta yang tak jelas kemana di-infaq-annya

Menghabiskan harta untuk hal-hal yang sedikit manfaat untuk orang lain. Tidak membelanjakan untuk investasi masa depan, melainkan untuk kesenangan sesaat.

  1. Hati yang kosong dari Mahabbah kepada Allah

Pemuda yang mengaku cinta kepada Allah, namun jarang sholat berjama’ah. Mengaku cinta kepada Allah, namun tidur sepanjang malam (tidak sholat malam). Mengaku cinta kepada Allah, namun jarang membaca Alquran.

  1. Fisik yang kuat dan sehat, namun percuma

Sehat namun tak tergerak untuk sholat berjamaah ke Masjid di awal waktu, meski dalam keadaan yang memungkinkan.

  1. Waktu yang terbuang percuma

Melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat. Lebih memilih melakukan hal-hal yang membawa kebahagiaan sesaat.

  1. Pikiran yang singgah kemana-mana.

Tidak punya visi hidup dan life plan yang jelas, menyebabkan pemuda ini bingung, disorientasi, dan tak ada yang dituju.

  1. Terlibat dalam kegiatan yang tak jelas tujuan dan efek jangka panjangnya.
  2. Melakukan Su’ul jariyah.

Melakukan perbuatan yang tidak memiliki manfaat bahkan cenderung pada hal buruk (maksiat) kemudian orang di sekitarnya meniru perbuatan tersebut.

  1. Lupa kepada Orang tua, seolah lupa siapa yang melahirkannya.

Tidak berbuat baik kepada orang tua, bahkan lupa untuk meminta restu dari keduanya.

Itulah ciri-ciri pemuda yang boleh PHP. Semoga Allah senantiasa melindungi para pemuda Indonesia dari 10 perbuatan di atas. Karena pada masa yang mendatang, para penggerak perubahan Indonesia adalah pemuda hari ini.

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,60 out of 10)
Loading...

Mahasiswa jurusan Teknik Elektro ITS. Memiliki passion di bidang bisnis serta aktif dalam kegiatan keislaman juga sejak SMA. Cita-cita besarnya adalah menjadi pengusaha sukses bernafaskan nilai-nilai Islam yang mampu menyejahterakan Indonesia.

Lihat Juga

Berharaplah Kepada-Nya