Home / Pemuda / Essay / Ketika Boyband dan Girlband Menjadi Idola Seorang Muslim

Ketika Boyband dan Girlband Menjadi Idola Seorang Muslim

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (gobizkorea.com)
Ilustrasi. (gobizkorea.com)

dakwatuna.com –Sungguh pada diri Rasulullah SAW itu terdapat suri tauladan yang baik bagi kamu, (yaitu) bagi siapa yang mengharap (rahmat) Allah dan (kebahagiaan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Dari potongan surat di atas dijelaskan bahwa setiap orang dapat menemukan pada diri Nabi Muhammad SAW suatu keteladanan luhur yang akan mengantar mereka memperoleh rahmat Ilahi serta kebahagiaan ukhrawi. Siapa pun dia, baik seorang ayah, suami, anak, negarawan, pemimpin masyarakat maupun militer, semuanya dapat menimba keteladanan dari sumber yang tidak pernah kering ini.

Lalu bagaimana dengan saat ini? Masihkah remaja muslim mengambil suri tauladan dari Nabi Muhammad saw?

Saat ini Boyband/Girlband telah menjamur bahkan menjadi idola sebagian kaum remaja muslim di Indonesia. Sebagian besar remaja muslim Indonesia mengidolakan Boyband/Girlband yang berasal dari Korea Selatan. Boyband/Girlband adalah produk dari industri kreatif Korea Selatan atau biasa disebut dengan Korean wave.

Korean Wave atau Gelombang Korea adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia. Korean wave terdiri dari drama, musik, film, makanan, tempat wisata dan budaya Korea.

Aku termasuk dari salah satu remaja muslim yang mengidolakan Boyband/Girlband dari negeri Ginseng tersebut tapi aku tidak menjadi fans fanatik. Banyak dari remaja muslim Indonesia yang sangat fanatik dengan Boyband/Girlband, mengidolakan bahkan menjadikan panutan bagi diri mereka. Para remaja mencontoh gaya rambut, gaya berpakaian, hingga tarian mereka.

Padahal seperti yang diterangkan oleh surat di atas bahwa seharusnya remaja muslim menjadikan Nabi Muhammad sebagai panutan/teladan mereka. Ketika seorang remaja muslim menjadi fans fanatik dari Girlband/Boyband, di situlah banyak hal yang disadari/tidak telah mereka langgar dari sisi agama.

Pertama yaitu ketika melihat Boyband/Girlband yang disukai, para remaja akan langsung mencari segala sesuatu berkaitan dengan idolanya tersebut. Bahkan tak jarang dari mereka yang mengikuti cara berpakaian, tatanan rambut, hingga tarian mereka. Saat ini ada beberapa Boyband dan Girlband Indonesia tetapi tidak mencerminkan budaya Indonesia. Mereka cenderung mencontoh Boyband/Girlband Korea dengan rambut yang diwarna-wanai, pakaian minim, dan tarian yang tidak mencerminkan jati diri Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Kedua seperti ketika menonton konser suatu Boyband/Girlband remaja muslim banyak yang melanggar ajaran agamanya. Ditinjau dari segi pakaian, remaja berjilbab terkadang mengenakan baju yang tipis agar tidak kegerahan saat menonton konser, dan bagi yang tidak berjilbab tak jarang dari mereka memakai baju yang sedikit terbuka serta memadukan dengan bawahan hot pants. Konser umpamanya dilaksanakan pukul tujuh malam tetapi para remaja datang ke tempat konser dari pagi, bahkan sebagian dari mereka melupakan shalat lima waktu.

Ketiga adalah saat Boyband/Girlband mengeluarkan lagu baru, maka sebagian dari remaja muslim yang fanatik akan langsung mencari lagu tersebut lalu memutarnya berulang kali sampai hafal lagu tersebut. Sebagai seorang muslim, alangkah lebih baik jika kita menghafalkan Al-Quran. Bisa membaca Al-Quran itu keutamaan, dan bisa menghafal Al-Quran adalah lebih utama. Bisa memahami Al-Quran itu adalah kewajiban, dan paham ditambah hafal itu jauh lebih afdhal.

Keempat sangat sederhana yaitu ketika sedang mendengarkan lagu yang disukai terkadang sering melupakan panggilan adzan. Seakan remaja lupa pada Tuhan dan tetap mendengarkan lagu tersebut. Ketika menonton drama Korea di televisi atau laptop terkadang seorang muslim menunda waktu shalat dan juga tidurnya. Seakan lupa akan hari esok dan terhanyut akan jalan cerita yang disajikan dalam drama tersebut. Waktu tidur terganggu dan berakibat pada aktivitas keesokan hari, mengantuk saat mengikuti jam belajar tak bisa dielak lagi.

Aku bukanlah orang yang sempurna terkadang pula aku sering melanggar ketentuan agamaku. Terkadang aku juga terlalu larut ketika menonton drama dan mendengarkan lagu Korea serta melupakan kewajibanku sebagai seorang muslim. Sekarang aku tersadar bahwa sebagai seorang muslim yang harus dijadikan sebagai teladan adalah Nabi Muhammad saw bukan yang lain.

Mempunyai idola boleh tetapi kita tidak boleh menjadi fanatik dan melupakan jati diri kita sebagai seorang muslim. Ambil sisi positif dari seorang idola, belajar dari pengalamannya, bagaimana jatuh bangun serta kerja kerasnya sehingga bisa di posisi mereka sekarang ini.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 5)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Imigran Muslim, Akankah Mengubah Wajah Barat di Masa Depan?

Organization