Topic
Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Mengulik Hal Sangat Kecil untuk Bunda

Mengulik Hal Sangat Kecil untuk Bunda

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Apakah yang sudah kita lakukan untuk bunda?

Apa yang kita lakukan kalau kita ingat bunda? Kita segera ke dapur dan menemukannya sedang memasak masakan kesukaan kita atau mungkin kita langsung mengangkat telepon dan mendapati suaranya ceria menyambut segala cerita kita.

Apa yang kita lakukan kalau kita rindu bunda? Kita mungkin akan mengirimkan karangan bunga terindah beserta surat rindu kita atau kita juga dapat memesan kue kesukaannya dan membawakannya langsung ke hadapannya.

Apa yang kita lakukan kalau kita merasa bersalah pada bunda? Kita bisa segera meminta maaf padanya, mencium tangannya, atau berlutut di hadapannya, dan ia akan tersenyum memaafkan kita tanpa diminta dua kali atau jika kita malu dan keras kepala sekalipun, bundalah yang akan menghampiri kita dan menanyakan kabar kita.

Dulu, kita berpikir kita bisa melakukannya, akan selalu bisa melakukannya. Dulu, kita berpikir, setiap kita pulang yang membukakan pintu itu akan selalu wajah yang sama, yang menjawab telepon ke nomor itu adalah suara yang sama. Tapi ketika semua itu telah hilang, bunda telah diambil oleh Maha Pencipta, lalu kita bisa apa? Hanya bisa mengirimkan doa untuknya yang jauh di sana, yang tidak bisa kita lihat lagi sosoknya dan tidak bisa kita peluk lagi badannya untuk meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita.

Dari hal terkecil itu kita sebagai anak sering lupa untuk melakukannya bahkan memang tidak pernah melakukan sama sekali, padahal hal yang sangat kecil itu sangat berharga untuk dia. Hal itu adalah salah satu bentuk kepedulian anak terhadap sosok wanita yang sangat sempurna dunia dan akhirat kita. Wanita itu telah mengandung 9 bulan membawa sebuah nyawa di dalam perutnya yang akan selalu dijaga dan setelah di dalam kandungannya kita dan dilahirkan dengan perjuangan hidup dan matinya.

Bagi bunda, anak adalah sosok makhluk yang dikirimkan oleh Tuhan yang sangat sempurna walaupun banyak kekurangan tetapi wanita itu tidak pernah mempermasalahkan kekurangan anaknya. Dari siapa kita belajar akan banyak hal kalau bukan dari bundalah yang mengajarkan. Bunda mengajarkan kita dari yang belum bisa apa-apa sampai kita besar dan menjadi sosok manusia yang baik, waktu dan tenaga wanita itu curahkan hanya untuk kita semata dengan penuh kasih sayang. Kita pun tahu bahwa surga itu berada di telapak kaki ibu, mungkin hal itu sudah tidak asing lagi untuk kita tapi kita sebagai anak masih suka membuat bunda kita marah, sedih, kesal dan segala macam yang membuat air mata bunda keluar untuk kita.

Apa kita sudah melakukan hal yang membuat bunda kita bangga terhadap kita? Mungkin iya dan mungkin tidak. Tapi, bunda tidak pernah mempermasalahkan hal itu, buat bunda kita bisa tersenyum bahagia bunda pun sudah bisa bahagia.

Jadi apa yang harus kita lakukan saat kita ingat bunda, saat kita rindu padanya, atau saat perasaan bersalah itu datang?

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta, Penerbitan (Jurnalistik).

Lihat Juga

Ibu, Cintamu Tak Lekang Waktu

Figure
Organization