Topic
Home / Konsultasi / Konsultasi Keluarga / Ayah dan Ibu Ingin Bercerai, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Ayah dan Ibu Ingin Bercerai, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Facebook.com)
Ilustrasi. (Facebook.com)

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr Wb

Saya seorang mahasiswi (21 Tahun) di sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Jakarta, saya anak pertama dari 4 bersaudara, adik saya yang paling kecil kelas 2 SMP. Sejak setahun belakangan ini orang tua saya sering bertengkar di rumah, bahkan di hadapan anak-anak, dan Ibu saya minta cerai dari Ayah.  Perubahan perilaku ibu terjadi semenjak 2 tahun lalu, di mana karier ibu saya naik dan menduduki posisi strategi di salah satu perusahaan asing di Jakarta. Semenjak itu ibu sering meremehkan Ayah yang penghasilan yang lebih kecil dan hanya karyawan biasa, ditambah lagi Ayah saya seorang yang pendiam, kurang perhatian dan kurang romantis, padahal mereka sudah menikah lebih dari 20 tahun dan sebelum menikah pacaran semenjak SMP di kampungnya.

Beberapa waktu lalu, saya mendapati Ibu berkomunikasi mesra dengan seorang lelaki teman SMA-nya dulu, akhirnya saya menanyakan kepada ibu, dengan terus terang dia mengatakan menyukai dan mencintai lelaki itu dan ingin bercerai dengan Ayah saya, yang sangat menyakitkan ibu sering memberikan barang-barang mewah kepada selingkuhannya. Sebagai anak saya sangat terpukul, apalagi adik saya yang laki-laki yang bungsu, dia sekarang jarang pulang dan sering menangis ketika mendengar pertengkaran orang tua di rumah,  kami sangat malu dan mengkhawatirkan masa depan keluarga ini, sebagai anak pertama saya berusaha tegar, namun saya sangat mengkhawatirkan adik-adik saya yang masih memerlukan perhatian dan bimbingan orang tua, mohon diberi petunjuk.

Dita (Jakarta Selatan)

Jawaban:

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Adinda Dita yang baik, terima kasih sudah menanyakan persoalan ini dalam rubrik dakwatuna, kasus seperti ini bukan yang pertama saya tangani, ada beberapa kasus yang sama, di mana seorang istri berselingkuh dan meminta cerai kepada suaminya, yang salah satu faktornya adalah perubahan status sosial dan ekonomi. Saya sangat memahami begitu beratnya beban pikiran adinda Dita saat ini, saya salut anda bisa mengendalikan emosi dengan baik dan berusaha mencari solusi yang terbaik. Apa yang dialami orang tua Anda, khususnya ibu adalah cobaan duniawi yang berat, Ibu Anda sedang terkena virus cinta yang sudah tentu cinta itu membuat orang menjadi buta, apalagi cinta yang dilandaskan nafsu syahwat. Anda dan adik-adik masih memiliki kesempatan untuk mempertahankan rumah tangga namun harus ada usaha yang sistematis untuk mempersatukan mereka kembali.

Yang pertama, Anda harus mulai berbicara dari hati ke hati dengan Ayah dan Ibu Anda, coba ajak mereka berdialog secara terbuka dengan Anda dan adik-adik, selama ini mungkin mereka sangat egois dengan kepentingan masing-masing, bila diperlukan cari mediator dari keluarga terdekat untuk menjadi penengah. Kepada  lelaki selingkuhan Ibu Anda juga perlu dilakukan komunikasi, agar dia tidak mengganggu keutuhan keluarga Anda, dengan komunikasi yang terbuka sampaikan tentang dampak perselingkuhan tersebut sehingga dia mau menghentikan perselingkuhannya. Untuk Ayah anda secara perlahan-lahan untuk bisa mengubah sikapnya yang cuek dan kurang romantis menjadi suami yang perhatian dan romantis, semua itu perlu dilatih secara perlahan sehingga Ibu Anda merasakan hal yang berbeda dan mau membuka kembali hatinya untuk Ayah Anda, cobalah ajak mereka rekreasi bersama dan melihat kembali album foto ketika mereka awal menikah dan masa-masa kebersamaan dan kebahagiaan dalam keluarga Anda.

Karena ini menyangkut masa depan keluarga sebaiknya libatkan keluarga terdekat, seperti kakek dan nenek anda atau paman dan bibi, sehingga mereka mau menjadi penengah dan mediator konflik keluarga ini, mintalah kepada orang yang paling dihormati dan disegani oleh Ibu dan Ayah Anda untuk mengomunikasikan kepada mereka tentang masa depan keluarga dan anak-anak mereka sehingga mereka mau rujuk kembali.  Kuatkan dengan doa, sedekah dan shalat malam, meminta kepada Allah SWT agar orang tua Anda diberi petunjuk dan keluarga bisa bersatu kembali. Wallahu’alam.

Untuk pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat kirimkan langsung melalui email: [email protected]

banner-konten-bersponsor-rumah-konseling

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dr. H. Muhammad Iqbal, M.SocSc (Psy)
Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kemudian melanjutkan S2 Program Magister Profesi Psikologi Konseling dan S3 Psikologi dari School of Psychology and Human Development Faculty Social Science and Humanities Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Alumni ILO Labour Migration Academy ILO Training Center Turin Italy dan Asian Graduate Students Fellowship National University of Singapore (NUS) dan Lulus Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA-54) Lemhannas RI. Saat ini menjabat Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta dan Direktur Rumah Konseling (PT.Namary Insan Solusi), bergerak dalam bidang Konsultan Psikologi SDM dan Keluarga. Mendirikan Praktik layanan psikologi, Rumah Konseling di Jl. Saidin No. 17 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Layanan pelatihan (Life Skill), konseling dan asesmen psikologi melalui temu janji dengan psikologi terlebih dahulu melalui Tlp : 082272187182/081218953316 Pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat dikirim ke: [email protected] Jawaban Rubrik Konsultasi Psikologi

Lihat Juga

Pemerintah India Bekali Pengantin Perempuan dengan Pentungan Kayu

Figure
Organization