Topic
Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Sesempurna Cinta Rasulullah

Sesempurna Cinta Rasulullah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Laki-laki mulia itu berjalan menyusuri Mekah,
Ia tertatih, terjatuh, lalu bangkit lagi,
Bersimbah Kotoran dan isi perut unta, tak menggubris langkahnya…

Ia tegar,
Meski kala itu bau menyengat menjijikkan mengelilingi tubuhnya,
Senyumnya tak pernah hilang,
Seakan melukiskan hati yang begitu putih dan wangi…

Pada saat itu Jibril berujar,
“Wahai kekasih Allah, jika kau mau, izinkan aku membalas kejahatan mereka padamu sekarang juga.”

Namun engkau menjawab dengan setulus-tulus nurani,
“Jangan Wahai Jibril, biarkanlah mereka, Sesungguhnya mereka belum mengerti.”

Ah Rasulullah,
Pelangi itu indah, namun tak seindah akhlakmu,
Bulan itu putih, namun tak seputih jiwamu,
Langit itu luas, namun tak seluas hatimu…

Begitu cintanya engkau pada umatmu ya Rasul,
Tak bertepi meski dihalau jarak,
Tak berujung meski dipisah maut…

Ya Rasulullah,
Terimalah Shalawat kami atasmu,
Dari umatmu yang berusaha mencintai sesempurna dirimu…
Wahai Kekasih Allah, Salamun ‘alaika…

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (20 votes, average: 9,70 out of 5)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang Penulis asal Palembang, pernah menuntut ilmu di Universitas Sriwijaya.

Lihat Juga

Bentuk-Bentuk Penyimpangan di Jalan Dakwah (Bagian ke-3: Persoalan Jamaah dan Komitmen (Iltizam))

Figure
Organization