Home / Berita / Internasional / Asia / PM Turki: Hentikan Intervensi Kalian, Eropa

PM Turki: Hentikan Intervensi Kalian, Eropa

PM Turki, Binali Yildirim (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Ankara. Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mengingatkan kepada Negara-negara Eropa untuk tidak ikut campur urusan dalam negeri dan politik Turki. Yildirim juga menegaskan Eropa untuk tidak memihak manapun terkait urusan dalam negeri Turki.

“Negara-negara Eropa seakan bergabung dengan para penentang amandemen konstitusi Turki,” ungkap Yildirim saat menyampaikan pidato di hadapan masyarakat Turki barat, sebagaimana dilansir dari aljazeera.net, Ahad (12/03/2017).

Lebih lanjut, Yildirim juga mengatakan, “Jerman dan kemudian Belanda, keduanya telah menjadi penentang amandemen konstitusi. Kedua negara itu melarang para menteri dan anggota parlemen kita untuk bertemu warga kita di sana. Sedangkan kita tidak pernah melakukan intervensi terhadap setiap pemilu dan kegiatan politik mereka.”

Yildirim juga menegaskan bahwa warga Turki di negara-negara tersebut akan membalas tindakan mereka pada pelaksanaan Referendum 16 April mendatang.

“Buatlah peraturan larangan sesuka kalian. Karena sesungguhnya saudara-saudara ekspatriat kami akan membalas itu semua dengan memberikan persetujuan pada Referendum 16 April mendatang,” tegas Yildirim.

Selain itu, Yildirim juga mengungkapkan bahwa negara-negara tersebut menyambut siapa saja yang berupaya melawan Pemerintah Turki. Dalam hal ini, menurut Yildirim, adalah para pendukung organisasi teroris Kurdi “PKK” dan pendukung Jamaah Fethullah Gulen.

Sedangkan Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag, mengatakan, “Tindakan pemerintah Belanda adalah tindakan yang menentang demokrasi, dan menghidupkan kembali Nazisme.”

Menteri Urusan Uni Eropa Turki, Omar Glick, menyebut tindakan pemerintah Belanda sebagai keputusan rasis. Omar mengatakan, “Hal ini akan menjadi catatan hitam bagi sejarah demokrasi dan diplomasi Belanda. Serta akan mengembalikan masa kegelapan bagi sejarah Eropa dan Dunia.”

Kecaman terhadap tindakan pemerintah Belanda, juga hadir dari pimpinan partai oposisi Turki, CHP, Kamal Kilicdaroglu. Katanya, “Turki boleh memberikan sanksi apa saja kepada Belanda. Ini adalah hak Turki.”

Sementara itu, PM Belanda, Mark Rutte, menyebut  tudingan Presiden Erdogan bahwa Belanda melakukan praktik Nazisme, sebagai tuduhan bodoh.

Sedangkan politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders, mengatakan, “Kepada seluruh warga Turki yang berada di Belanda yang mendukung Erdogan, agar kembali saja ke Turki, dan tidak perlu kembali lagi.”

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pihak pemerintah Belanda membatalkan pendaratan pesawat Menlu Turki, Mevlut Covusoglu, ke Rotterdam untuk menghadiri pertemuan warga Turki pendukung amandemen konstitusi Turki. Menanggapi tindakan Belanda tersebut, pemerintah Turki juga telah menutup kantor kedutaan Belanda, dan memerintahkan duta besar Belanda yang sedang di luar Turki, untuk tidak kembali ke Turki. (whc/aljazeera/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
William Ciputra
Alumni Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta

Lihat Juga

Hubungan Memanas, Turki Tutup Kantor Kedutaan Belanda

Organization