Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Revolusi Akhlak Dalam Keluarga

Revolusi Akhlak Dalam Keluarga

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (playbuzz.com)

dakwatuna.com Mengacu pada apa yang peranah dilontarkan oleh Ummahatul Mukminin (Ibunda Aisyah R.A.) saat menceritakan Akhlak Rasulullah SAW, bahwa akhlak beliau adalah akhlak Alquran. Sampailah kita pada subuah pemahaman bahwa insan yang berakhlak adalah insan yang mengamalkan isi kandungan Alquran dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari- hari. Akhlak yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah akhlak yang tidak hanya berhubungan pada Allah SWT semata melainkan akhlak yang berhubungan dengan manusia juga. Inilah kesempurnaan akhlak, jika demikian adanya akhlak itu memiliki dua dimensi, yakni taat pada Allah SWT dan berbuat baik atau memelihara sesama manusia.

Belajar dari peristiwa Revolusi Prancis, sebagai revolusi yang digadang-gadang merupakan bentuk pembelaan dan penegakan terhadap kebebasan, persaudaraan dan persamaan malah bergeser menjadi sebuah penindasan di tangan sang peguasa kekuasaan yang diktator. Sebutlah Napoleon Bonaparte yang selalu memuji-muji prinsip Revolusi Prancis akhirnya berubah menjadi seorang diktator dengan membebaskan Eropa karena ambisi dirinya untuk meraih pengakuan empirium Prancis kala itu.

Sebuah revolusi yang dianggap penting pada abad modern dewasa ini ternyata luput dari merevolusi akhlak. Akhlak merupakan bagian terpenting dalam tatanan kehidupan malah terabaikan dan lahirlah penindasan yang sejatinya bertentangan dengan fitrah manusia.

Muhham Kamil Hasan al Mahami dalam tulisannya mengungkap, revolusi (Prancis) cendrung mengabaikan persoalan penting yang mesti dipenuhi demi kebangkitan masyarakat atau bangsa. Persoalan penting ini adalah akhlak.

Jika ingin merefleksi pelajaran dari Revolusi Prancis ini dalam tatanan keluarga, maka sang ayah ibarat Napoleon Bonaparte selaku pemimpin tertinggi dalam keluarga yang menjadi aktor sang penguasa revolusi. Ayah menjadi tali kendali saat mengusai keluarga. Dan hendak di bawah kemanakah keluarga ini? Bahtera keluarga yang indah, jikalau pusat bermuaranya hanya pada karena Ilahi. Dalam perjalanannya tidak hanya persoalan ibadah pada sang Khaliq namun perjalanan akhlak pada sesame manusia juga penting diperhatikan. Agar kelak lahirlah insan berkuasa tanpa merusak dan menghancurkan makhluk lain karena ambisi keserakahan terhadap kekuasaan.

Dalam Islam tidak membawa nilai dengan kata rusak, hancur dan memusnahkan yang lain, melainkan Islam itu Rahmatan Lil Alamin yakni justru memelihara kehidupan alam dan semua makhluk yang ada.

Sebagai penutup, izinkan kami membuncahkan muara hati gelisah dengan peradaban tak berakhlak dewasa ini,

Dunia dewasa ini ibarat ombak di laut
Pasang surut dengan bermainnya segala kepentingan peguasa
Kepentingan itu ibarat ombak besar yang membawa badai
Deritalah rakyatnya akibat nafsu serakah sang penguasa

            Aduhai lirih hati tak bertepi melihat kebiadaban tanpa henti
Hanya mampu meanmbatkan hati pada ilahi saat bermunajat pada-Nya
Saat menujat dan melangkah, tern
gianglah baginda Nabi SAW yang dicintai
Oh elok nian peradaban para sahabat di
bawah kekuasaannya

Satu kata inti untuk sebuah keitimewaan peradaban
Peradaban yang dibangun bukan dengan ambisi
Hanya mengangkat sebuah tampilan akhlak cerminan Qur’an
Sampailah pada munajat permohonan kiranya akhlak mulia jadi pribadi kami
Aamiin…

Semoga keluarga yang dipandu sang Ayah mampu merevolusi akhlak anak, istri dan masyarakat sekitanya karena pertolongan Allah SWT hingga lahirlah sebuah peradabah yang adil dalam makna sesungguhnya.

Allahu’alam…

Salam hangat dari Al-Bar. (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa UII, Takmir Masjid, Penggiat Iqro dan Penuntut Ilmu. Sebelumnya SMAN 01 Nunukan (Kaltara). Akan terus melanjutkan Studi InsyaAllah.

Lihat Juga

25.000 Milisi Bersenjata Iran Duduki Suriah

Organization