Home / Dasar-Dasar Islam / Aqidah / Imam Mahdi dari Perspektif Ahlu Sunnah Wal Jamaah (Bagian ke-2)

Imam Mahdi dari Perspektif Ahlu Sunnah Wal Jamaah (Bagian ke-2)

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com –  Bentuk Fisikal Imam Mahdi

Di antara sifat fisikal imam Mahdi adalah “أَجْلَى الْجَبْهَةِ” yaitu dahinya lebar, dan “أَقْنَى الْأَنْفِ” bermaksud hidungnya mancung, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ”

“Al-Mahdi dari keturunanku, dahinya lebar, hidungnya mancung. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana bumi telah dipenuhi dengan kezaliman dan kekejaman sebelumnya. Dia akan berkuasa selama tujuh tahun”. (Sunan Abi Daud, no. 3736).

Ciri lain fisikal Imam Mahdi yaitu warna kulit ketimuran (Arab) dan bentuk badan kebaratan atau seperti orang putih (Bani Israel), ciri ini disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya “Al-Sawaa’iq Al-Muharrafah”

اَلْمَهْدِي مِنْ وَلَدِي وَجْهُهُ كَالْكَوْكَبِ الدُّرِّيِ اللَّوْنِ لَوْنٌ عَرَبِيٌّ وَالِجسْمُ جِسْمٌ إِسْرَائِيْلِيٌّ يَمْلَأُ الأَرْضَ عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا يَرْضَى لِخِلاَفَتِهِ أَهْلُ السَّمَاءِ وَأَهْلُ الأَرْضِ وَالطَّيْرُ فيِ الْجَوِّ يَمْلِكُ عِشْرِيْنَ سَنَةً

Ibnu Hajar menyampaikan sebuah hadis: “Al-Mahdi dari anak keturunanku, bagai bintang kejora, warna kulitnya kearab-araban dan bentuk badannya seperti Bani Israel . Beliau akan memenuhi bumi dengan keadilan, setelah bumi dipenuhi kezaliman. Para penghuni langit dan bumi serta burung-burung di udara rela dengan kepemimpinan/kekhalifahannya. Ia berkuasa selama dua puluh tahun”(Ibnu Hajar, Al-Sawaa’iq Al-Muharrafah, 2/475).

Dari hadis di atas dapat dipahami bahwa imam Mahdi yang ditunggu kedatangannya adalah seorang lelaki yang bertubuh tegap dan ideal dengan hidung yang mancung dan dahi yang lebar.

Kepribadian Imam Mahdi

Imam Mahdi memiliki kepribadian yang tinggi, seperti bijaksana, berbudi luhur dan bermoral tinggi serta menawan hati umat manusia sejagat. Dia adalah pemimpin dunia yang berjiwa santun, murah hati dan dermawan, oleh karena itu kelahirannya di muka bumi ini akan dirasakan oleh semua manusia dengan hati senang, damai, tenteram. Sebab masa itu akan lenyap seketika kezaliman, kedustaan, kecurangan dan kekeliruan yang disebarkan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya.  Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ

Dari Abi Sa’id al-Khudri, Rasulullah saw bersabada: “Al-Mahdi itu keturunanku, dahinya lebar, hidungnya mancung. Dia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kebijaksanaan, sebagaimana sebelumnya penuh dengan kezaliman dan kecurangan. Dia memimpin selama 7 tahun”. (Abu Daud, no: 3736).

Dalam sebuah riwayat panjang tentang asal kemunculan imam Mahdi, Abdullah Ibnu Mas’ud menceriterakan:

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ فِتْيَةٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَلَمَّا رَآهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْرَوْرَقَتْ عَيْنَاهُ وَتَغَيَّرَ لَوْنُهُ. قَالَ: فَقُلْتُ: مَا نَزَالُ نَرَى فِي وَجْهِكَ شَيْئًا نَكْرَهُهُ. فَقَالَ: إِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ اخْتَارَ اللهُ لَنَا اْلآخِرَةَ عَلَى الدُّنْيَا، وَإِنَّ أَهْلَ بَيْتِي سَيَلْقَوْنَ بَعْدِي بَلاَءً وَتَشْرِيْدًا وَتَطْرِيْدًا حَتَّى يَأْتِيَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَعَهُمْ رَايَاتٌ سُوْدٌ فَيَسْأَلُوْنَ الْخَيْرَ فَلاَ يُعْطَوْنَهُ فَيُقَاتِلُوْنَ فَيُنْصَرُوْنَ فَيُعْطَوْنَ مَا سَأَلُوا فَلاَ يَقْبَلُوْنَهُ حَتَّى يَدْفَعُوْهَا إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا كَمَا مَلَئُوْهَا جَوْرًا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَأْتِهِمْ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ

“Tatkala kami berada di sisi Rasulullah saw, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari Bani Hasyim. Ketika Nabi melihat mereka, kedua mata beliau berlinang air mata dan berubahlah roman mukanya. Maka aku katakan: “Kami masih tetap melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai”, Lalu beliau menjawab: ‘Kami dari kalangan Ahlul Bait. Allah swt telah pilihkan akhirat untuk kami daripada dunia. Dan sesungguhnya sepeninggalku, keluargaku akan menemui bencana-bencana dan pengusiran. Hingga datang sebuah kaum dari arah timur, bersama mereka ada bendera berwarna hitam (Panji Hitam). Mereka meminta kebaikan namun mereka tidak diberi, lalu mereka memerangi dan mendapat pertolongan sehingga mereka diberi apa yang mereka minta, tetapi mereka tidak menerimanya. Hingga mereka menyerahkan kepemimpinan kepada seseorang dari keluargaku. Lalu ia memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana orang-orang memenuhinya dengan kezhaliman. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya maka datangilah mereka, walaupun dengan merangkak di atas batu es”. (Sunan Ibnu Majah no: 4072).

Dalam kepimpinan imam Mahdi, bumi menjadi subur, hewan ternak berkembang biak, dan manusia menjadi mulia, seperti diceritakan dalam riwayat Sa’id al-Khudri:

يَخْرُجُ فيِ آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يُسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ وَ تُخْرِجُ الأَرْضَ نَبَاتَهَا وَ يُعْطِى الْمَالَ صَحَّاحًا وَ تُكْثِرُ الْمَاشِيَةَ وَ تُعَظِّمُ الأُمَّة

Dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah saw bersabda: “Imam Mahdi akan keluar dari generasi akhir umatku. (Di saat pemerintahannya) Allah swt menurunkan banyak hujan, dan bumi mengeluarkan banyak tumbuhan. Dia memberikan harta dengan adil, hewan ternak menjadi banyak, dan umat manusia menjadi mulia. (al-Hakim dalam kitabnya “al-Mustadrak”, no: 8673, ia mengatakan: Hadis ini sanadnya sahih, dan disepakati oleh imam al-Zahabi).

Tentunya kesejahteraan ini, akibat kejujuran dan amanah yang dibawa oleh imam Mahdi, ia berlaku adil, jujur dan ikhlas serta menegakkan keadilan tanpa melihat status dan pangkat seseorang, oleh karena itu ia bukan saja pejuang kebenaran, bahkan ia adalah seorang pejuang dan penegak keadilan di muka bumi.

Di samping itu yang tidak kalah pentingnya, ia berjiwa patriotisme yang tinggi dalam memerangi kemungkaran dan kezaliman semasa, sehingga ia menguasai seluruh kepimpinan dunia keseluruhannya. Dan efek kepimpinannya mendatangkan banyak berkah dan kenikmatan yang tiada tara dan bandingannya di dunia. Sesuai dengan janji Rasulullah saw dalam sebuah hadis:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَكُونُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قُصِرَ فَسَبْعٌ وَإِلَّا فَتِسْعٌ فَتَنْعَمُ فِيهِ أُمَّتِي نِعْمَةً لَمْ يَنْعَمُوا مِثْلَهَا قَطُّ تُؤْتَى أُكُلَهَا وَلَا تَدَّخِرُ مِنْهُمْ شَيْئًا وَالْمَالُ يَوْمَئِذٍ كُدُوسٌ فَيَقُومُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ يَا مَهْدِيُّ أَعْطِنِي فَيَقُولُ خُذْ

Dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah saw bersabda: “Dia akan memimpin umatku selama tujuh tahun atau sembilan tahun. Pada zaman itu, umatku akan mendapat kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Mereka akan memperoleh banyak makanan dan mereka tidak akan menyimpannya. Pada ketika itu, harta melimpah-ruah. Ada seseorang yang mengatakan, ‘Wahai Imam Mahdi, berilah aku sesuatu. Maka Imam Mahdi berkata: Ambillah semua yang kamu mau”. (Sunan Ibnu Majah, no: 4073).

Yang paling utama dari sekian kepribadian imam Mahdi sebagaimana telah disebutkan di atas adalah akhlaknya sama dengan akhlak Rasulullah saw, oleh karena itu sikap, tindakan dan perbuatannya akan selalu merujuk kepada baginda Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعٌوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اِسْمَهُ اِسْمِي وَخُلْقُهُ خُلْقِيْ يَمْلَأُهَا عَدْلًا وَقِسْطًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا ”

Dari Ibnu Mas’ud ra berkata, bahwa Nabi saw bersabda: “Akan keluar seseorang daripada keluargaku, namanya sama dengan namaku, akhlaknya sama dengan akhlakku. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi dengan kezaliman dan penyimpangan”. (Sahih Ibnu Hibban, no: 6825).

Dengan demikian akhlak imam Mahdi merupakan jelmaan kepada akhlak baginda saw. Maka sangat beruntunglah orang yang dapat melihat akhlak baginda saw semasa hayatnya dan amat beruntung juga orang yang dapat melihat akhlak imam Mahdi semasa turunnya. Sebabnya, akhlak mereka berdua itu adalah sama agungnya, sehingga ia menjadi panutan bagi umat sejagat, ditiru dan dicontohi demi menuju keselamatan dan kesejahteraan dunia akhirat.

Waktu dan Masa Kepimpinan Imam Mahdi

Adapun waktu muncul dan masa kepimpinan imam Mahdi, disebutkan dalam kitab (Tuhfatul Ahwadzi) Syarh (Sunan Al-Tirmizi) bahawa: “Ketahuilah, yang sudah dikenal di kalangan seluruh pemeluk Islam sepanjang masa bahwa di akhir zaman pasti muncul seorang dari ahlul bait (keluarga Nabi saw) yang membela agama dan menebarkan keadilan, serta diikuti oleh muslimin. Ia juga menguasai kerajaan-kerajaan Islam. Ia dijuluki al-Mahdi. Juga tentang keluarnya Dajjal serta tanda-tanda kiamat sesudahnya yang terdapat dalam kitab-kitab hadis Sahih, muncul setelahnya. Dan bahwa kemunculan ‘Isa as juga setelahnya, kemudian beliau membunuh Dajjal. Atau ‘Isa turun setelahnya lalu membantunya untuk membunuh Dajjal kemudian bermakmum kepada Mahdi dalam shalatnya” [1].

Di lain tempat, imam Al-Tirmizi meriwayatkan dari Zir bin Abdillah ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

لاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمَهُ اسْمِي

“Dunia tidak akan lenyap hingga seseorang dari keluargaku menguasai bangsa Arab. Namanya sesuai dengan namaku” (Sunan Tirmizi, no: 2230, dan beliau menilai bahwa hadis ini adalah “Hasan sahih”.

Menurut analisis Ibnu Katsir ia berpendapat bahwa munculnya imam Mahdi pada akhir zaman, dan keluarnya adalah sebelum turunnya nabi Isa bin Maryam, sebagaimana ditunjukkan oleh hadis-hadis yang berkaitan dengan hal itu”.

Dari sini, berarti munculnya imam Mahdi adalah di akhir zaman sekaligus mengawali tanda-tanda besar akan datangnya kiamat. Namun sebagian ulama sempat ragu, apakah turunnya imam Mahdi ini sebagai awal tanda yang besar atau tanda yang lain. Sebagian ulama menyatakan dengan yakin bahwa imam Mahdi sebagai tanda pertama, lalu berturut-turut datang tanda yang lain. Di antara yang menyebutkan dengan tegas yang demikian adalah Muhammad Al-Barzanji (wafat 1103 H). Beliau mengatakan dalam bukunya (al-’Isya`ah li Asyrath al-Sa’ah): “Bab Ketiga, tanda-tanda besar dan tanda-tanda yang dekat, yang setelahnya tibalah hari kiamat, dan itu juga banyak. Di antaranya al-Mahdi, dan itu yang pertama”.

Dari segi masa kepimpinan dan kekuasaan imam Mahdi dijangka kan dalam sebuah hadis yang berbunyi:

إِنَّ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ يَعِيْشُ خَمْسًا، أَوْ سَبْعًا، أَوْ تِسْعًا -زَيْدٌ الشَّاكُّ- قَالَ: قُلْنَا: وَمَا ذَاكَ؟ قَال: سِنِيْنَ.

“Sesungguhnya pada umatku ada Al-Mahdi. Ia muncul, hidup (berkuasa) lima atau tujuh atau sembilan” –Zaid (salah seorang rawi/periwayat) ragu–. Abu Sa’id mengatakan: “Apa itu?” Beliau menjawab: “Bertahun-tahun”. (Sunan al-Tirmizi, no: 2158).

يَكُوْنُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قُصِرَ فَسَبْعٌ وَإِلاَّ فَتِسْعٌ

“Akan datang pada umatku Al-Mahdi, bila masanya pendek maka 7 tahun, kalau tidak maka 9 tahun”. (Sunan Ibnu Majah, no: 4083).

Dengan perbedaan riwayat ini, maka menurut pandangan Ibnu Katsir paling lama masa kepimpinan atau kekuasaan imam Mahdi adalah sembilan tahun, dan paling sedikitnya lima atau tujuh tahun” [2].

Riwayat yang lain menyebutkan bahwa imam Mahdi akan berkuasa selama 8 tahun, seperti riwayat Sa’id al-Khudri:

يَخْرُجُ فيِ آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يُسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ وَ تُخْرِجُ الأَرْضَ نَبَاتَهَا وَ يُعْطِى الْمَالَ صَحَّاحًا وَ تُكْثِرُ الْمَاشِيَةَ وَ تُعَظِّمُ الأُمَّة، يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا يَعْنِي “حِجَجًا”

Dari Abu Said al-Khudi, Rasulullah saw bersabda: “Imam Mahdi akan keluar dari generasi akhir umatku. (Di saat pemerintahannya) Allah swt menurunkan banyak hujan, dan bumi mengeluarkan banyak tumbuhan. Dia memberikan harta dengan adil, hewan ternak menjadi banyak, dan umat manusia menjadi mulia. Dia akan hidup selama tujuh atau delapan tahun. (al-Hakim dalam kitabnya “al-Mustadrak”, no: 8673, ia mengatakan: Hadis ini sanadnya sahih, dan disepakati oleh imam al-Zahabi).

Berdasarkan riwayat-riwayat di atas, maka kehadiran imam Mahdi dalam kehidupan manusia di dunia, tidak begitu lama, sebab jangka waktu kehadirannya paling cepat adalah lima tahun dan paling lama sembilan tahun. (dakwatuna.com/hdn)

[1] Kitab al-Fitan, Bab “Ma Ja`a fi Al-Mahdi”.

[2] Ibnu Kathir, al-Nihayah Fi al- Malahim wa al-Fitan, 1/18.

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni
Associate Professor Universiti Sains Islam Malaysia

Lihat Juga

Kyai Cholil Ridwan: Pesantren Harus Lebih Peduli dalam Masalah Kepemimpinan