Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Meniti Sajak Pikiran

Meniti Sajak Pikiran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (poeticpoems.wordpress.com)
Ilustrasi. (poeticpoems.wordpress.com)

dakwatuna.com Pada dasarnya kehidupan sosial berjalan sebagaimana mestinya atau seperti biasanya. Agenda berjalan seperti biasa, pertemuan dijadwalkan sampai kegiatan-kegiatan tersebut berakhir sejalan dengan berjalanya waktu.  Dan dari semua kegiatan yang terkonsep pasti memiliki tujuannya masing-masing walau sering kali hasil yang diharapkan memang tak akan sesuai perkiraan sebelumnya. Semua siklus atau perputaran dari alur yang terjadi akan terus  berulang-ulang setiap generasi  hingga sampai pada titik perbandingan yang objektif.

Suatu titik di mana suatu momen terjadi baik itu kebingungan ataupun keheranan terhadap alur yang telah dialami. Dan dengan perjalanan yang panjang  ini tidak terasa sekarang berada pada posisi yang tak berpihak terhadap berbagai problematika yang ada. Ketimpangan yang terjadi di mana pada satu sisi pikiran akan menempatkan  pandangan A pada posisi yang dianggap sesuai sementara dengan berjalannya waktu anggapan tersebut berubah dengan menempatkan pandangan B pada posisi yang dianggap sesuai pula.

Setelah alur yang jauh dari perkiraan maka sesuatu yang tak diperkirakan akan dialami. Kondisi di mana posisi penempatan yang sebelumnya berpihak pada suatu sisi kini terhenti di pertengahan di antara kedua sisi yang berlainan tapi satu tujuan. Di kala di awal berbeda pandangan terhadap permasalahan secara langsung tetapi tetap saling mendukung terhadap hal-hal positif yang akan dilaksanakan.

Beginilah kondisi yang akan dilalui dengan posisi di antara dua sisi yang berbeda terhadap suatu permasalahan.

Beginilah kondisi yang terjadi dengan perjalanan, perjuangan, loyalitas, totalitas, ukhuwah dan amanah yang berjalan beriringan dalam suatu barisan kokoh yang teratur dan dirimu akan menempati posisi yang objektif akan semua persoalan. Dan dengan diiringi objektivitas dalam perjuangan , maka perjuangan ini akan terus berlanjut ketika denyut nadi masih terasa karena satu tujuan, yaitu hanya karena Allah SWT semata.

Terus bergerak dengan berbagai gejolak pikiran.
Terus bergerak dengan berbagai permasalahan.
Terus bergerak dengan bingkai kehidupan yang telah terlukis.
Terus bergerak dengan ribuan hujan batu yang menerpa.
Hadapilah semua dalam naungan ukhuwah dan dalam barisan kokoh yang teratur.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Riski Ferli
Pemuda Kelahiran Kab, Muara Enim November 1994. Menempuh Studi di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Menulis kisah diatas lembaran-lembaran kehidupan yang selalu mengharapkan ridha Allah Swt. #FastabiqulKhairat

Lihat Juga

Ilustrasi. (visitlawrencecounty.com)

Indahnya Hidup dalam Panduan Allah