Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Gemericik Surga

Gemericik Surga

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (phombo.com)

dakwatuna.com

Aku kabarkan dengan segenggam darah yang tercecer, aroma manis menusuk rongga dadaku untuk kembali mendekapmu,

Lembab udara telah lebih dahulu memoles wajah kusamku, ada apa dengan deru kerikil yang enggan kau simpan dalam mantelmu?

Aku teringat dengan rona ahli senjatamu untuk berbaik pada kalbuku, aku bertaruh untuk tumpah darahmu,

Mentari sedang menyingkap nafsunya untukmu, supaya terik tak legamkan kulitmu,

Aku masih tak ingin merentas air mataku, aku kabarkan dengan segenggam darah yang tercecer,

Mengalir,

Mengalir,

Mengalir,

Berdentang, sejuk nan asri,

Tak pernah ada senda gurau dalam sejarah sorot matamu,

Aku mengerti, saku penuh dengan ayat-ayat yang siap kau bawa tersenyum menghadap Ilahi,

Hijau nan lembut, mengalir..

Bersama senyuman dalam gemericik-gemericik surga genggamanmu,

Al-Aqsha, bagimu azam terkukuh menindas nafsuku.

Ingin terus bersama menapakkan langkahku untukmu..

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Fadhilah El Fairuz
Fadhilah El Fairuz merupakan nama pena dari Nur Fadhilah Tisnawati. Mahasiswi asal Ngawi ini sedang menempuh study S1nya di Universitas Negeri Surabaya. Tekadnya yang bulat untuk terus menulis membuatnya ingin terus berkarya didunia pena. Sejak tahun 2013 hingga sekarang masih berkecimpung dalam Lembaga Dakwah Kampus Unesa (MY Club) dan masih aktif di Forum Lingkar Pena (FLP) Surabaya.

Lihat Juga

padang-rumput-hijau-langit-biru-indah

Empat Amalan Surga Dalam Satu Hari