Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Saat Harus Memilih

Saat Harus Memilih

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Arief Santras Photography)
Ilustrasi. (Arief Santras Photography)

dakwatuna.com Ketika ada mata-mata memandanginya, Lita diam. Dua kali, tiga kali sampai berkali-kali Lita pun tetap diam, mencoba menghibur diri “mungkin aku saja yang kege-eran” begitu batin Lita berucap. Hingga tak terasa mata-mata itu tetap lekat menatapnya. Berbulan-bulan dan bertahun-tahun, tak hanya satu mata tapi milik banyak mata lelaki. Bibir polos putri cantiknya pun kadang berucap “kenapa kalo bunda lewat, si ini ngeliatin bunda terus….” gubrak.

Lita pun tersadar, entah bagaimana ia harus evaluasi diri. Dari segi penampilan sudah amat rapat, semua aurat telah tertutup sempurna, tak ada celah sedikitpun terbuka dan transparan. Wajahnya pun amat polos, tak ada polesan apapun kecuali krim minyak zaitun, dan sedikit bedak untuk melindunginya dari sinar matahari dan debu.

Dulu saat Lita masih gadis mungkin semua bisa dimaklumi, tapi kini ia telah bersuami dan menjadi ibunya anak-anak dengan bilangan usia yang sudah tak lagi muda. Menjadi tanda tanya besar, mengapa hal seperti itu masih saja terjadi, dimana salahnya? Lita bukanlah wanita yang tak punya rambu-rambu dalam bergaul dengan lawan jenis, komunikasinya dengan pria pun hanya sebatas hal yang syar’i, bukan pula wanita yang mengumbar aurat dan bangga menunjukkan keindahan tubuh, bukan juga yang mau sembarang sengaja melihat lelaki. Mungkin benar anggapan bule di sana yang sekuler, semakin ditutupi wanita, semakin penasaran pria tak beriman, semakin liar fantasinya.

Wanita memang sumber fitnah di dunia. Dalam keadaan terlindungi auratnya dan terjaga saja, di luar kemampuannya masih bisa menjadi fitnah bagi lelaki berpenyakit hati, apalagi jika terbuka bebas dan disana-sini terumbar, mudah dilihat siapa pun. Benar sekali sabda nabi SAW, “Aku tidak tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096, dan Muslim, no. 2740).

Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda “Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian penguasa di atasnya lalu Dia memperhatikan apa yang kalian perbuat. Karenanya takutlah kalian kepada (fitnah) dunia dan takutlah kalian dari (fitnah) wanita, karena sesungguhnya fitnah pertama (yang menghancurkan) Bani Israil adalah dalam masalah wanita.” (HR. Muslim no. 2742)

Betapa banyak kemaksiatan menjadi berantai karena diawali oleh pandangan mata. Betapa banyak perselingkuhan terjadi berawal dari bertumbuknya mata. Benar kata peribahasa “dari mata turun ke hati”. Bermula dari mata yang sering memandang, jatuhlah hati.

Maha benar Allah dalam segala firman-Nya. Dialah yang telah menciptakan manusia. Dia pulalah yang lebih tahu tentang manusia. Sehingga masalah yang mungkin terjadi akibat pandangan mata, telah Allah persiapkan seperangkat solusi untuk menghindari dan mengobatinya, lewat ayat-ayat cinta-Nya dalam Al-Quran dan Al-hadits.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-Nur: 30)

“Janganlah kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan berikutnya. Sebab hanya pandangan pertama saja yang dibolehkan bagimu, tidak untuk pandangan setelahnya.”(HR Abu Daud, no. 2149; At-Tirmidzi, no. 2777; Ahmad, V:353 dan V:357; dan Baihaqi, VII:90; dari Buraidah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Maka barang siapa yang menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah, niscaya Allah akan mewariskan rasa manis dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya.” (HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrak,V:313; Al-Qudha’i dalam Musnad Asy-Syihab, no. 292)

Jelas sudah, Allah telah memerintahkan manusia untuk menundukkan pandangan (ghadul bashar) dari segala hal yang diharamkan. Apapun itu.

Bagi pria, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Tundukkanlah pandangan terhadap wanita, jika ingin terhindar dari finahnya. Hargailah wanita shalihah yang mencoba untuk menaati salah satu perintah-Nya untuk berhijab. Malulah pada Allah. Takutlah pada Allah.

Bagi wanita baik yang muda maupun tua, pilihannya cuma ada dua. Menjadi sumber fitnah, dan fitnah paling berbahaya bagi pria atau menjadi seindah-seindahnya perhiasan dunia, yang harganya amat sangat mahal. Sebagaimana sabda nabi, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim: 1467)

Pilihan tak dipengaruhi usia. Usia muda banyak yang shalihah, sebaliknya yang tua pun banyak yang masih tak taat. Bukan yang muda saja yang bisa menjadi sumber fitnah, yang tua pun sangat mungkin.

Wanita, bila pilihanmu adalah yang pertama, maka silakanlah lakukan semua hal sebebas-bebasnya tanpa aturan. Seperti sabda Rasulullah, bila tak punya rasa malu maka lakukanlah semaumu. Membuka aurat di manapun, mengenakan pakaian tetapi seperti telanjang karena ketat dan membentuk tubuh, tak perlu kau jaga ucapanmu apakah mencaci maki, menzhalimi dan terlarang, hiasilah wajah secantik mungkin agar orang lain berdecak kagum, dan lakukanlah apapun sesukamu. Mereka yang memilih menjadi wanita tak shalihah, sepertinya tak perlu hukum syara’ dalam hidupnya. Hukum syara mengenai kewajiban menutup aurat dengan pakaian yang longgar, tak membentuk tubuh, tak menyerupai lelaki, tak bersolek selain untuk suami, dan tentang banyak hal pun hanya ditertawakan. Gak fleksibel katanya, ribet, menghalangi kemajuan dan jadul.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tak menyuruh kita menutup aurat saat shalat saja, tapi kapanpun saat berada di kehidupan luar rumah dan ada pria ajnabi non mahram di sekitar kita. Pahamilah bahwa hukum Allah tak dipakai saat ijabqabul, aqiqah atau kematian saja, tetapi dalam setiap aspek kehidupan, baik ekonomi, politik, sosial, budaya, muamalah pergaulan antar manusia, dan seluruh aktivitas dari bangun tidur sampai tidur lagi, semua harus terikat aturan Sang Khalik. Tanpa kecuali.

Bagi yang memilih menjadi wanita shalihah, engkau is the best. Engkaulah perhiasan dunia paling indah. Wanita cerdas yang tahu siapa dirinya, yang menyadari diciptakan Allah hanya semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dan suatu hari akan kembali kepada-Nya. Engkaulah Wanita hebat nan smart yang senantiasa memilih jalan ketaatan dalam setiap langkah. Senantiasa mampu melawan diri sendiri dan hawa nafsunya.

Duhai wanita shalihah, jika engkau adalah seorang istri, isilah hatimu dengan penuh untuk satu cinta saja, agar tak ada celah bagi pria selain suami untuk memasuki hati. Penuhilah bibirmu hanya dengan ucapan indah, hanya untuk ia yang telah bertitel suami, agar tak tersisa suara mempesona yang terdengar oleh pria lain. Ingatlah selalu bahwa isi hatimu, perasaanmu, paras dan tubuhmu bukan milik umum yang dunia bisa mengaksesnya dengan bebas.

Duhai wanita shalihah, bila kau punya facebook, twitter, BBM dan semacamnya lihatlah baik-baik. Karena semua itu pun mencerminkan siapa dirimu. Jika semua sarana itu hanya menjadi ajang pamer foto, tempat berkeluh kesah, mengungkapkan isi hati dan rasa, dan hal-hal pribadi lainnya maka berhentilah. Sungguh segala perbuatan dan ucapan sekalipun di dunia maya akan Allah mintai pertanggungjawabannya. Bila kau belum bisa lepas dari FB maka jadikanlah hanya sebagai salah satu alat untuk menjadi sebaik-baik manusia yang menebar manfaat kebaikan bagi oranglain, bukan untuk mencari pengakuan dan eksistensi diri.

Semua manusia pernah salah dan berbuat dosa. Berubahlah menjadi lebih baik dari sekarang. Mumpung nafas masih dikandung badan. Pintu taubat masih terbuka lebar. Tutupilah auratmu dengan sempurna. Penuhilah semua seruan Allah dan jauhilah maksiat serta larangan-Nya. Teruslah belajar menuntut ilmu agama, agar tahu mana yang benar dan salah, yang haram dan halal, mana perintah dan larangan. Lalu aplikasikanlah semua dalam kehidupan nyata, agar iman tak sebatas kata. Wallahu’alam.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ibu Rumah Tangga, Pemerhati Masalah Sosial.

Lihat Juga

Ilustrasi. (helenfrost.com.au)

Sebuah Pilihan