Home / Berita / Daerah / Siaga Banjir Jakarta, Mat Peci Susur dan Bebersih Ciliwung

Siaga Banjir Jakarta, Mat Peci Susur dan Bebersih Ciliwung

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Tim Rescue PKPU bersama PRB-API, Komunitas Matpeci dan Kwartir Nasional (Kwarnas) melakukan aksi susur dan bersih Sungai Ciliwung. Rabu, 13/8/14.  (Apn/kis/pkpu)
Tim Rescue PKPU bersama PRB-API, Komunitas Matpeci dan Kwartir Nasional (Kwarnas) melakukan aksi susur dan bersih Sungai Ciliwung. Rabu, 13/8/14. (Apn/kis/pkpu)

dakwatuna.com – Jakarta.  Banjir bukan lagi menjadi bencana rutinitas 5 tahunan yang melanda Jakarta. Tak peduli musim, baik kemarau ataupun penghujan. Banjir kerap melanda Ibukota setiap kali hujan deras turun.

Banyak faktor yang menyebabkan banjir lagi-lagi terjadi, misalnya karena buruknya drainase atau sampah yang menumpuk di sungai atau saluran pembuangan yang dapat mengakibatkan meningkat-nya volume air sehingga ketika hujan datang, air hujan tidak mampu ditampung lagi.

Menyadari peran penting dari drainase dan kali sebagai salah satu saluran pembuangan, pada Rabu (13/08) Tim Rescue PKPU bersama PRB-API, Komunitas Matpeci dan Kwartir Nasional (Kwarnas) melakukan aksi susur dan bersih Sungai Ciliwung. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 50 anggota komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat PeCi) yang tergabung dengan PRB API tim rescue PKPU Pusat ini dalam rangka siaga banjir Jakarta.

Selain membersihkan sampah yang terdapat disepnjang kali Ciliwung,  juga diadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar Ciliwung tentang pentingnya kebersihan dan mengajak mereka untuk peduli sungai Ciliwung dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Titik awal kegiatan dimulai dari Jembatan Kalibata sampai dengan jembatan Kampung Melayu. Menurut Usman selaku ketua komunitas Mat PeCi, kegiatan ini akan berlangsung selama seminggu yang dimulai pada hari ini. “Ada beberapa kendala yang dihadapi, yaitu salah satunya adalah kesadaran warga sekitar Ciliwung yang masih rendah akan kepedulian terhadap pentingnya kebersihan sungai, selain itu fasilitas pembuangan dan pengelolaan sampah di lokasi masyarakat sepanjang kaki Ciliwung juga masih kurang,” ujarnya. (Apn/kis/pkpu/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sukismo

Lihat Juga

Garut Darurat Banjir Bandang dan Longsor, PKPU Kirim Tim Rescue