Home / Berita / Nasional / Karikaturnya Hina Islam, Jakarta Post Menyesal dan Minta Maaf

Karikaturnya Hina Islam, Jakarta Post Menyesal dan Minta Maaf

Cuplikan situs the Jakarta Post yang meminta maaf karena telah memuat karikatur yang menghina Islam, Senin (7/7/2014). (dakwatuna/hdn)
Cuplikan situs the Jakarta Post yang meminta maaf karena telah memuat karikatur yang menghina Islam, Senin (7/7/2014). (dakwatuna/hdn)

dakwatuna.com Setelah menuai kritikan, pihak redaksi Jakarta Post merasa keliru telah membuat karikatur yang terkesan melecehkan umat Islam. Jakarta Post sempat mengidentifikasi sebuah kelompok yang mengatasnamakan Islam dengan segerombolan teroris melalui karikatur yang dimuat di edisi Kamis, 3 Juli 2014. Atas dasar itu, mereka akhirnya meminta maaf secara resmi pada hari Senin (7/7/2014).

“Kami meminta maaf dan menarik kembali kartun editorial yang dipublikasikan di halaman 7 pada tanggal 3 Juli 2014. Kartun tersebut berisi simbol agama yang mungkin bersifat menyerang bagi beberapa pihak. Jakarta Post menyesali kesalahan ini, dan tidak bermaksud untuk memfitnah atau tidak menghormati agama lain,” demikian permintaan maaf koran yang berdiri 25 April 1983 tersebut melalui edisi online.

Karikatur koran Jakarta Post, edisi Kamis (3/6/2014), menuai kecaman. Dalam edisi yang dimuat di halaman 7, harian berbahasa Inggris tersebut memuat karikatur dengan gambar simbol Islam dalam ukuran yang cukup besar di rubrik Opini, demikian seperti dilansir Republika Online.

Itu setelah karikatur tersebut menggambarkan bendera berlafazh ‘laa ilaha illallah‘ dengan logo tengkorak yang terpasang di bendera. Tidak sekadar itu, lafazh tahlil tersebut dipadukan dengan bendera tengkorak khas bajak laut. Kemudian, tepat di tengah tengkorak, tertera tulisan ‘Allah, Rasul, Muhammad‘.

Gambar tersebut memuat karikatur dalam beberapa adegan. Adegan pertama menampilkan lima orang dalam posisi berlutut dengan mata tertutup kain dalam posisi berlutut di tanah dan tangannya terikat di belakang dalam posisi ditodong senjata. Di belakang ke lima orang itu berdiri seorang pria berjenggot serta bersorban dalam posisi mengacungkan senjata laras panjang ke arah mereka, seolah-olah siap melakukan eksekusi.

Gambar lainnya menunjukkan dari jarak dekat, terlihat mobil pikap merek Totoya, yang ditumpangi tiga orang dengan senjata berat, seperti peluncur roket dan antiserangan udara sedang siaga. (ROL/dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 6,87 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Ucu Husna

    Sebuah keharusan untuk minta maaf, tp effeknya tentu sdh ada krn org sdh membacanya dan pasti akan berbeda beda penafsiran bagaimana kalo orang menafsirkan negatif tehdp islam,maka minta maaf blm tentu pidananya terhapus krn kekeliruan dan kealpaan yg di sengaja membuat carikatur dengan sadar dgn rencana karena apa yg akan di beritakan apapun itu hasil dari pemikiran untuk di edit. Kalo kalian membenci islam apa yg di rugikan ? Penghinaan agama jiwa tarohannya bagi pemeluknya krn itu adalah. Sebuah keyakinan yg melekat.pidanakan!

  • Dudung Eko Patriono

    tidak cukup minta maaf. . . .harus pidana atas kecerobohan ini (malah sengaja mungkin)

    • Bukan Aswaja Biasa

      sengaja lah, mereka sudah memperhitungkan dr segala aspek, hukum maupun sosial.

  • royan

    sebelum naik cetak kan pasti diperiksa dulu, jd tetap unsur sengaja disini…pengalaman ane di media cetak gitu sih :)

  • Thari’e Ajha

    Tinggal nunggu Azab nya aja……menghina simbol AGAMA ISLAM semaunya….

  • MUHAMAD AS ROHAN

    hukum pancung

Lihat Juga

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia