Home / Narasi Islam / Sosial / Istimewanya Bahasa Arab

Istimewanya Bahasa Arab

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Kaligrafi Al-lughah al-‘Arabīyyah. (dakwatuna.com / hdn)
Ilustrasi – Kaligrafi Al-lughah al-‘Arabīyyah. (dakwatuna.com / hdn)

dakwatuna.com – Pantaslah apa yang dikatakan oleh Umar bin al-Khattab RA, “Pelajarilah bahasa Arab, karena ia adalah kunci agama.” Tidaklah kosong kata-kata Ali bin Abi Thalib ra. yang memerintahkan Abul Aswad ad-Dualiy untuk mengajarkan bahasa Arab kepada orang-orang muslim ‘Ajam. Bukanlah pula tanpa hikmah Allah menurunkan al-Quran dengan bahasa Arab. Bahasa Arab adalah bahasa yang banyak diserap oleh berbagai bangsa. Satu pertiga Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia adalah serapan dari Bahasa Arab. Menjadi aneh bila ada orang yang malah anti Bahasa Arab

Bi idznillah, izinkan saya untuk memperlihatkan keindahan bahasa Arab dari segi perubahan katanya. Contohnya, kata “Islam”. Islam secara istilah adalah menyembah Allah dengan mengikuti petunjuk Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasalam, baik dalam berilmu, ibadah, bermuamalah, adab, dan sabagainya.

Islam secara bahasa berarti submision yakni penyerahan diri sepenuhnya. Akar kata “Islam” terdiri dari 3 huruf, sin, lam dan mim. Kata salama menduduki 2 jenis kata yakni Fi’il (kata kerja) dan Isim (kata benda/kata sifat).

Dari Sisi Kata Kerja

Kata salama adalah fi’il maadhi dengan arti “dia menyerahkan”. Perubahannya berdasarkan jenis dan waktu yaitu salama, yusalimu, aslamu. Isim fa’ilnya menjadi Saalim yang artinya penyelamat. Dan, kata Muslim berarti “yang berserah diri” atau “orang yang diselamatkan”. Kata salama juga merupakan isim yang berarti selamat. Bila ia ditempatkan dalam isim tafdhil, maka kata Islam berarti “Paling Selamat.”

Ketika Islam datang, kata Islam mendapat tambahan makna secara istilah (terminologi). Tambahan itu jelas pada hadits ahad (hadits yang diriwayatkan kurang dari 10 sahabat, beberapa Ulama menolak hujjah dengan hadits ahad. Yang lain menerimanya karena maknanya yang penuh hikmah), sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Umar bin al-Khattab RA, dalam Shahih Muslim dan merupakan hadits kedua di kitab Arba’in Nawawi. Dalam hadits ini, Islam berarti seseorang yang bersyahadat yang dua, menegakkan shalat, menunaikan zakat, menjalankan puasa dan berangkat haji bila mampu.

Contoh Penggunaan

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam pernah mengirimi surat ke Heraklius dan Kisra dengan kata-kata gabungan dua jenis kata dan dua makna sekaligus. Kalimat itu adalah “Aslamu Taslimu”.

Lisan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam memang menakjubkan. Kalimat “Aslamu Taslimu” dapat berarti “Menyerahlah, kau akan selamat”, dapat pula berarti “Masuklah Islamlah, kau akan selamat.” Dalam sejarah diriwayatkan, setelah membacanya Kisra merobek-robek surat Nabi itu. Dan Nabi menyumpahi Kisra akan kehancuran kerajaannya. Doa itu dikabulkan Allah Ta’ala. Persia tamat riwayatnya dimulai dari perang Qadisiya hingga pengejaran Kisra terakhir ke pegunungan di sekitar Azerbajian.

Contoh lainnya adalah ucapan yang diberikan kepada Khalilullah ‘Alaihi Shalatu Wasalam oleh dua malaikat utusan. Mereka berkata, “Salama” dan Ibrahim ‘Alaihi Salaam menjawab, “Salamun.” Kedua kata ini adalah kalimat tidak lengkap yang bermakna luas. Seperti halnya kata “Nggon” dalam bahasa Jawa. “Nggon” bisa berarti kepunyaan, suatu tempat atau bisa pula berarti  tempat tinggal. Ini tergantung dari susunan kata lain yang melengkapinya.

Kata salama bila dilengkapi menjadi, “Allahu salama ‘alaika” yang berarti Allah memberikan selamat bagimu. Ibrahim ‘Alaihi Salaam menjawab, “Salamun”. Kata itu mengandung arti, maka selamatlah dia. Maksud kata “Salamun” yaitu, bila Allah memberikan selamat kepada seseorang, maka selamatlah dia. Di sini, kita melihat bahwa sang Bapak para nabi bersikap tawadhu di hadapan Allah, lalu di hadapan kedua utusan.

Terakhir, penggunaan kata salama sebagai greetings. Bila kita memenangkan perlombaan atau berhasil dalam suatu pekerjaan, terkadang orang akan memberi ucapan “Congratulation, you done your job very well.”  Di dalam al-Quran, Allah ‘Azza wa Jalla memberitakan bahwa ucapan sambutan bagi orang yang masuk surga adalah “Salam”, dan sapaan dalam pertemuan di antara penghuni surga adalam “Salam”. (QS. Yunus : 10)

Ucapan salam itu berlaku bagi semua penduduk surga. Baik manusia kepada manusia, manusia kepada jin, jin kepada manusia, jin kepada jin, malaikat kepada manusia dan sebaliknya, atau malaikat kepada jin dan sebaliknya.

Jadi, mengapa ketika memasuki pintu surga, malaikat menyambut penghuni surga dengan kata “Salam.” Seperti kita kenal sebelumnya ucapan, “Congratulation, you done your job very well. Kata ini termasuk greetings yang disingkat. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memberitahukan kalimat sempurna dari singkatan ini. Yakni di surat ar-Ra’d: 24, “Salamun ‘alaikum bimaa shabartum” yang berarti “Selamat padamu sekalian, kalian telah berhasil, kalian telah berhasil masuk surga karena kesabaran kalian menghadapi semua ujian dan cobaan di Dunia.”

Kita masih dalam kata Salam, belum ke kata-kata lain dalam bahasa Arab. Sungguh agung hikmah yang diberikan oleh Yang Mahaagung. Dan arti kata-kata bahasa Arab, hampir semuanya telah disusun oleh Ibnu al-Manzur. Semoga Allah merahmatinya. Dalam Lisanul ‘Arab, karya monumental Ibnu al-Manzur, setiap kosakata rata-rata dijelaskan dari segi perubahan kata, arti, istilah, dan penggunaan. Menakjubkan!

Sayyid Muhammad Naquib al-Attas, filsuf muslim terkemuka, pernah berkomentar tentang Lisanul ‘Arab. Dia berkata kurang lebih, “No one can do like he did now, we have to respect him”. Itulah Ibnu al-Manzhur dan Lisanul ‘Arab-nya yang tidak tertandingi, sekalipun oleh Oxford English Dictionary ataupun KBBI. Ini rahmat luar biasa yang Allah berikan kepada Ibnu al-Manzhur. Bahkan, bahasa latin yang digadang-gadang dapat menyaingi Bahasa Arab dari segi akar dan perubahan kata pun tidak mampu mengalahkan kekayaan jumlah kosakata bahasa Arab.

Tidak ada yang bisa membuka brankas dengan sempurna tanpa kunci. Salah satu kunci harta karun dunia akhirat adalah Bahasa Arab.

Wallahu A’lam Bishshawwab.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Info lebih lanjut mengenai saya, silahkan klik blog saya, terima kasih

Lihat Juga

Ilustrasi. (vm-kompania.com)

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia