Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Aduhainya Kesan Pertama

Aduhainya Kesan Pertama

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Kesan pertama harus menggoda. Kesan kedua terserah anda.

Ini adalah kalimat yang harus selalu kita ingat dan praktekkan dalam segala pertemuan pertama. Di awal jumpa, hanya yang baik-baik saja yang boleh terlihat dalam diri kita.  Awal kenal, hanya hal positif yang boleh nampak dari wajah kita. Dan, pertama kali seseorang mengenal kita, hanya aura kebaikan yang  terpancar dari mata kita.

Memang, kesuksesan bergaul dalam keseharian ditentukan oleh bagaimana sikap pertama kita saat berjumpa dengan orang tersebut. Jika kesan kita baik di pertemuan pertama, maka pertemuan-pertemuan berikutnya akan menjadi lancar. Namun, jika di pertemuan pertama saja sudah terlihat yang tidak baik dari kita, kemungkinan tidak akan ada pertemuan selanjutnya. Ataupun jika ada, maka pada pertemuan berikutnya itu, akan susah untuk menciptakan kesan baik itu.

Jadi, jika kita pergi suatu tempat baru, maka usahakan penampilan serapi dan semenarik mungkin. Usahakan apa yang kita gunakan, memberikan efek “keindahan” bagi mata yang memandang. Usahakan apa yang kita gunakan, memberikan efek “kenyamanan” bagi pemilik hati yang kita temui.

Selain penampilan, yang tak kalah penting dalam pertemuan pertama adalah keindahan tutur kata. Jika dari fisik sudah kelihatan oke, ditambah dengan keramahan, tentu semua orang baru tidak keberatan berhubungan dengan kita. Mereka pasti sangat senang dengan kehadiran kita. Bahkan, nantinya mereka akan menunggu-nunggu kedatangan kita.

Kenapa begitu?

Jangan tanyakan orang lain. Diri kita saja tentu menyukai keindahan dan segala bentuk kebaikan. Oleh karena itu, agar kita bisa diterima oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, maka berikanlah kesan pertama yang menggoda. Percayalah, sikap dan tampilan kita yang anggun  bisa memperlancar semuanya. Karena, setiap keindahan dan kebaikan yang kita tebar, kita jugalah nanti yang akan memanen hasilnya.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 3,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sri Wahyuni
Pengamat pendidikan dan Guru Muda SGI V Dompet Dhuafa (http://www.sekolahguruindonesia.net/). Saat ini penulis ditempatkan di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lihat Juga

Ilustrasi (klinik fotografi Kompas)

Puasa dan Perbaikan Akhlak Bangsa

Organization