Home / Narasi Islam / Dakwah / Panggilan Nurani

Panggilan Nurani

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Dakwah senantiasa memanggil jiwa-jiwa para penegak syariah untuk selalu berada di dalam dekapan dan pangkuannya. Mereka tidak akan pernah lari, lepas dan kabur darinya. Karena hati, jiwa dan raga mereka sudah diikat dengan ikrar, “Setia, Cinta, dan Berjuang” hanya mengharapkan ridha Penciptanya.

Mereka adalah para petinggi dakwah yang tidak akan pernah terlengserkan posisinya. Karena mereka bergabung dengan dakwah, sudah dibekali dengan akidah yang kokoh, ibadah dan ilmu yang shahih, niat yang lurus dan azzam yang sudah dipancangkan di dalam hati, semata-mata berjuang karena Allah SWT.

Itulah yang membedakan mereka dengan petinggi-petinggi yang lain. Mereka senantiasa berserah diri kepada Rabb-Nya, Muhammad sebagai teladannya, al-Quran sebagai pedomannya, jihad sebagai jalan juangnya, dan mati di jalan-Nya adalah cita-cita mulia tertinggi mereka.

Allahu Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami)

Ar-Rasul Qudwatuna (Rasulullah teladan kami)

Al-Quran Dusturuna (Al-Quran pedoman hidup kami)

Al-Jihadu Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami)

Al-Mautu fi Sabilillah Asma ama  nina (Mati di jalan Allah adalah Cita-cita kami tertinggi …)

Itulah pengikat hati yang membuat mereka tetap bertahan, tak berpangku tangan dan terus berkarya di jalan dakwah ini. Jiwa dan raga semua tercurah hanya kepada Rabb-Nya. Jalan ini memang sukar dan terjal. Tetapi mereka yakin, jalan ini akan mengangkat derajat mereka ke jalan yang penuh dengan kemuliaan.

Mudah-mudahan saya, anda, dan orang-orang yang anda sayangi termasuk orang yang senantiasa terpanggil nuraninya untuk berpartisipasi dan berkontribusi di jalan dakwah ini. Jika memang belum, itu adalah tugas kita sebagai aktivis dakwah untuk mengajak, menggandeng, dan merangkul mereka bergabung ke wahana yang mulia ini.

Karena pada hakikatnya, dakwah ini tidak bisa diusung oleh segelintir orang, apalagi seorang diri. Ia harus digerakkan oleh banyak orang, tapi bukan orang-orang yang berkerumun tak beraturan. Kita jangan seperti buih yang tidak berbobot dan tidak memiliki arus. Dakwah ini harus bergerak dengan sekelompok orang yang teruji keimanan dan komitmen keislamannya. Orang-orang yang terbukti mampu beramal jama’i, mampu berharakah dengan jalan dan tujuan yang jelas.

Tidak ada kata menyerah dan mundur untuk berjuang di jalan dakwah ini. Bangkitlah mujahid/mujahidah untuk merapatkan barisan dan berjihad di jalan ini. Yakinlah Allah bersama kita. Allah tidak lengah dari semua yang kita perjuangkan sampai ajal menjemput kita.

Untuk semua orang yang terpaut hatinya dan untuk lebih menyemangati kita, mari bertakbir dan seru dengan balasan takbir juga.

Allahu Akbar…..

Allahu Akbar…..

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Dilahirkan di Pasar Bilah, salah satu desa terpencil di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara pada tanggal 5 November. Saat ini sedang menimba pendidikan ilmu hukum di salah satu PTS yang ada di kota Medan. Berkarya dan berbagi.

Lihat Juga

Guru yang Penuh Semangat