Home / Berita / Nasional / BNN: Pecandu Narkoba yang Lapor Tidak Akan Dipidana

BNN: Pecandu Narkoba yang Lapor Tidak Akan Dipidana

Pecandu Narkoba (ilustrasi).  (riaulive.com)
Pecandu Narkoba (ilustrasi). (riaulive.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan bonus bagi para pecandu narkoba yang melaporkan dirinya sendiri yaitu tidak dituntut pidana. Apabila pecandu itu langsung melapor, maka hal yang akan dilakukan BNN adalah memasukkan pecandu itu ke tempat rehabilitasi.

“Selama ini kalau pecandu narkoba ditangkap maka akan diproses, dipenjara, baru direhabilitasi. Tapi kalau dia sukarela melaporkan dirinya sendiri, serta merta tidak akan dituntut pidana,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional, Anang Iskandar dalam acara Talk Show Interaktif `Bersama Kita Selamatkan Pengguna Narkoba` di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (3/6/2014)

Nantinya, para pecandu ini akan direhabilitasi di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang telah ada sebanyak 274 tempat yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, yang terdiri dari rumah sakit, Puskesmas, dan lembaga rehabilitasi medis milik pemerintah atau swasta.

“Sejauh ini ada masyarakat yang melapor, tapi enggak banyak. Dan itu langsung dibawa ke IPWL,” kata Anang menjelaskan.

Dalam kesempatan itu Anang menerangkan bahwa seluruh IPWL mampu melaksanakan rehabilitasi medis, baik terapi simtomatik maupun konseling adiksi Napza. Sedangkan IPWL berbasis rumah sakit, mampu memberikan rehabilitasi medis dalam bentuk rawat inap yang bersifat jangka pendek dan panjang.

“Daftar dan IPWL dapat dilihat di situs Kementerian Kesehatan,” kata dia menerangkan.

Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dr dr Akmal Taher, Sp.U(K) turut menjelaskan, sesuai amanat Undang-undang (UU) nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika, pemerintah bersama segenap lapisan masyarakat telah melakukan berbagai langkah dan upaya untuk menyelamatkan para pengguna narkoba dan tidak lagi menempatkan para pecandu itu sebagai pelaku tindak pidana atau pelaku tindak kriminal.

“Upaya ini semakin diperkuat dengan penetapan IPWL pada tahun 2011 dan pencanangan tahun 2014 sebagai Tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba,” kata Akmal. (liputan6/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Buwas Ancam Pengusaha Hiburan Malam