Home / Berita / Internasional / Eropa / Tokoh Koalisi Nasional: Uni Eropa Bermain Licik dengan Membatalkan Pemantauan Pilpres Kudeta di Mesir

Tokoh Koalisi Nasional: Uni Eropa Bermain Licik dengan Membatalkan Pemantauan Pilpres Kudeta di Mesir

Lambang Koalisi Nasional Pendukung Legitimasi (islammemo)
Lambang Koalisi Nasional Pendukung Legitimasi (islammemo)

dakwatuna.com – Mesir. Tokoh senior Koalisi Nasional Pendukung Legitimasi dan juga dosen Universitas Al-Azhar, Dr. Jamal Abdul Satar, menyatakan bahwa sebenarnya Uni Eropa mengetahui bahwa pemerintahan kudeta militer tidak akan berlangsung lama dan akan tiba saatnya untuk ditumbangkan oleh rakyat Mesir.

Uni Eropa juga telah melihat dan mengetahui kecurangan penyelenggaraan pemungutan suara khusus untuk warga negara Mesir di luar negeri pada Kamis lalu (15/5) sehingga tidak mau mengambil resiko jika rezim kudeta gagal dan ditumbangkan oleh rakyat Mesir.

Sebaliknya, Uni Eropa juga bersikap licik dengan tidak buru-buru mencabut dukungannya terdapat kudeta militer, karena sebenarnya mereka menginginkan Mesir tetap berada di bawah perbudakan rezim militer.

Senada dengan Abdul Satar, anggota Front Ulama Penentang Kudeta, Dr. Washfi Asyur Abu Zaid, mengatakan bahwa sebenarnya Uni Eropa, AS, dan Israel satu sikap, yaitu mendukung rezim militer dan berkolaborasi menumbangkan kekuatan umat Islam yang dinilai akan mengancam eksistensi Israel di Timur Tengah.

Abu Zaid menegaskan bahwa jika AS dan Uni Eropa sepenuh hati mendukung demokratisasi dan kebebasan, maka mereka tidak akan diam dan membiarkan kudeta militer serta berbagai pelanggaran HAM yang terjadi terang-terangan selama ini.

Sementara Jubir Front Hati Nurani, Amru Abdul Hadi, menyatakan bahwa Uni Eropa hendak cuci tangan dari kesalahannya setelah melihat pemboikotan pilpres kudeta di luar negeri.

Meskipun demikian, aktivis pejuang demokrasi di Mesir tidak mementingkan sikap Uni Eropa dan AS yang penuh dengan kepura-puraan. Sebaliknya, mereka tetap konsisten berupaya menyadarkan rakyat Mesir dari kepalsuan fakta yang digambarkan oleh pelaku kudeta di Mesir. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri