Home / Berita / Internasional / Afrika / Sesuai Prediksi, Kudeta Mesir Bungkam IM dengan UU Anti Terorisme

Sesuai Prediksi, Kudeta Mesir Bungkam IM dengan UU Anti Terorisme

Pendukung Presiden Mursi (presstv)
Pendukung Presiden Mursi (presstv)

dakwatuna.com – Mesir. PM Kudeta Mesir, Ibrahim Mehleb, mengeluarkan keputusan (10/4) untuk mengeksekusi putusan Pengadilan Cairo pada Desember lalu yang menetapkan bahwa Ikhwanul Muslimin (IM) adalah organisasi teroris.

Berdasarkan keputusan ini, pemerintahan Mehleb akan menerapkan aturan-aturan tindak pidana terorisme yang dimuat dalam UU Anti Terorisme terhadap siapapun (individu/kelompok) yang ikut terlibat dengan aktivitas IM, atau menyebarkan, atau mendanainya.

Putusan PM Kudeta Mehleb juga menyebutkan bahwa pemerintah kudeta telah menyampaikan pemberitahuan kepada negara-negara Arab yang menandatangani kesepakatan pemberantasan anti terorisme.

UU Anti Terorisme dibuat segera oleh pemerintahan kudeta Mesir setelah bom Universitas Cairo tanggal 2 April lalu. UU tersebut menggabungkan hasil amandemen beberapa pasal dalam UU Tindak Pidana dan UU Darurat pada masa rezim diktator Husni Mubarak.

Sementara penetapan IM sebagai organisasi teroris dikeluarkan oleh Pengadilan Cairo pada Desember 2013 lalu yang ditolak secara tegas oleh IM.

Tokoh IM yang bermukim di Jenewa, Muhammad Gamal Heshmat, menyatakan bahwa putusan pengadilan tersebut menunjukkan bahwa pelaku/pendukung kudeta tetap mengedepankan cara pandang militer dan keamanan dalam menghadapi pihak-pihak yang beroposisi. (aljazeera/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Aksi bakar diri akibat frustasi hadapi hidup semakin sulit. (al-marsd.com)

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri