Home / Berita / Internasional / Afrika / Memalukan, Pemerintah Kudeta Mesir Kelabui Uni Afrika

Memalukan, Pemerintah Kudeta Mesir Kelabui Uni Afrika

Logo Gerakan Pemuda 6 April (islammemo)
Logo Gerakan Pemuda 6 April (islammemo)

dakwatuna.com – Mesir. Kelompok aktivis politik Mesir, Gerakan 6 April, menuding pemerintah kudeta Mesir telah mengelabui Uni Afrika dengan mengutus delegasi palsu atas nama Gerakan 6 April untuk bertemu komite khusus Uni Afrika dalam rangka membicarakan perkembangan politik terakhir di Mesir.

Ketua Biro Politik Gerakan 6 April, Mostafa Maher, menyatakan bahwa Uni Afrika, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Mesir, mengundang delegasi resmi Gerakan 6 April untuk membicarakan krisis politik di Mesir.

Alih-alih meneruskan undangan tersebut ke Gerakan 6 April, Kemlu Mesir mengutus dua orang aktivis muda pro-kudeta militer bernama Tarek Al-Khouli dan Amr Ezz dengan mengatasnamakan Gerakan 6 April.

Maher mengakui bahwa sebelumnya kedua aktivis pro-kudeta tersebut merupakan anggota Gerakan 6 April tetapi telah dipecat karena melanggar visi dan misi gerakan. Kemlu Mesir menggunakan kedua aktivis tersebut atas nama kelompok oposisi Gerakan 6 April untuk mengelabui Uni Afrika tentang realita yang sesungguhnya terjadi di Mesir.

Pimpinan Gerakan 6 April yang lain, Muhammad Fuad, menuntut Kemlu Mesir untuk memberikan penjelasan terhadap langkah memalukan tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada Gerakan 6 April dan rakyat Mesir.

Lebih lanjut, Fuad menegaskan bahwa langkah Kemlu Mesir tersebut semakin memperburuk citra Mesir di Uni Afrika yang telah membekukan keanggotaan Mesir di organisasi regional Afrika tersebut sejak peristiwa kudeta militer, 3 Juli 2013 lalu.

Pada 9 April lalu, utusan khusus Uni Afrika berkunjung ke Cairo untuk memantau dari dekat situasi perkembangan dalam negeri Mesir. Selain bertemu dengan pemerintahan kudeta, utusan tersebut juga bertemu dengan perwakilan Koalisi Nasional Pendukung Legalitas dan Presiden Mursi.

Kunjungan tersebut tercatat sebagai kunjungan ketiga Uni Afrika ke Mesir untuk menggali informasi lebih dalam terkait kelanjutan pembekuan sementara keanggotaan Mesir di organisasi regional Afrika tersebut. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Kudeta Mesir Siapkan RUU ‘Pengendalian’ Masjid dan Mimbar