Home / Berita / Internasional / Asia / Kapal China Tangkap Sinyal Berfrekuensi Mirip Kotak Hitam

Kapal China Tangkap Sinyal Berfrekuensi Mirip Kotak Hitam

Suasana Kokpit Pesawat yang terlibat pencarian MH370 - Foto: Viva.co.id
Suasana Kokpit Pesawat yang terlibat pencarian MH370 – Foto: Viva.co.id

dakwatuna.com – Beijing.  Pencarian kotak hitam pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di perairan Samudera Hindia bagian selatan menemui harapan. Sebuah kapal patroli China menangkap sinyal yang frekuensinya mirip seperti kotak hitam.

Pencarian kotak hitam ini memang berkejaran dengan waktu. Terlebih lagi dalam beberapa hari ke depan, kotak hitam akan kehabisan baterai sehingga tidak lagi memancarkan sinyal untuk menandakan lokasinya. Berbagai peralatan canggih, termasuk alat pelacak kotak hitam milik militer AS sudah diterjunkan, seiring dimulai pencarian bawah laut pada Jumat (4/4) kemarin.

Pencarian terus dilakukan dengan melibatkan 10 pesawat militer, 3 pesawat sipil dan 11 kapal laut dari berbagai negara. Armada tersebut menelusuri area perairan seluas 217 ribu kilometer persegi yang berjarak 1.700 kilometer barat Perth. Lokasi tersebut diyakini kuat sebagai lokasi jatuhnya MH370 yang membawa 239 orang di dalamnya.

Pencarian bawah laut dimulai dengan mengandalkan perlengkapan sonar yang mampu menangkap sinyal yang dipancarkan kotak hitam MH370 yang diduga berada di lautan dalam. Kotak hitam serta rekaman data penerbangan yang ada di dalamnya menjadi kunci utama untuk menyingkap misteri hilangnya MH370.

Pencarian besar-besaran ini sepertinya mulai ‘membuahkan hasil’. Kantor berita Xinhua seperti dikutip dari CNN, Sabtu (5/4/2014) menyebut, ada sinyal 37,5 kHz yang berhasil ditangkap kapal China. Sinyal ini disebut-sebut mirip dengan frekuensi yang biasa dikeluarkan oleh perekam suara kokpit pesawat dan perekam data penerbangan.

Meski identik, namun penemuan ini masih harus diselidiki lebih lanjut. Terlebih lagi hanya satu sinyal saja yang berhasil ditangkap.

Sejumlah ahli juga tidak langsung percaya dengan penemuan itu. Mereka tidak berani memastikan sinyal itu terkait dengan pesawat Malaysia Airlines.

“Saya ingin melihat data ini agar bisa mengkonfirmasi,” kata pakar kelautan dari University of Southampton, Simon Boxall. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Pergerakan benda di Samudera Hindia berdasarkan simulasi arus laut di situs adrift.org.au (CNN)

Jika Benar Puing di Reunion adalah MH370, Mengapa Bisa Terdampar Sangat Jauh?

Organization