Home / Berita / Internasional / Afrika / Ajnad Misr Bertanggung Jawab, Kudeta Tetap Tuduh IM Dalang Bom Universitas Cairo

Ajnad Misr Bertanggung Jawab, Kudeta Tetap Tuduh IM Dalang Bom Universitas Cairo

Lokasi peledakan bom di depan Cairo University yang sudah dipasang police line (aljazeera)
Lokasi peledakan bom di depan Cairo University yang sudah dipasang police line (aljazeera)

dakwatuna.com – Mesir. Tiga bom meledak (2/4) di depan Universitas Cairo, tepatnya di Kantor Polisi Sektor Nahdah, yang menyebabkan dua orang tewas (salah satunya Kepala Intelijen Kepolisian Mesir di Giza Barat, Kolonel Thariq Al-Mergawiy) dan lima orang lainnya luka-luka.

Tidak lama setelah peristiwa terjadi, sebuah kelompok dengan nama ‘Ajnad Misr’ (Tentara Mesir) melalui akun sosial medianya mengaku bertanggung jawab atas pengeboman tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya sengaja menjadikan polisi sebagai target serangan.

Ajnad Misr menyatakan bahwa pihaknya masih akan meledakkan bom lainnya di tempat yang sama tetapi dibatalkan karena banyaknya penduduk sipil di lokasi serangan bom yang pertama.

Ajnad Misr juga mengumumkan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas peledakan bom rakitan di atas jalan utama Giza pada 7 Februari lalu yang menyebabkan 6 orang polisi terluka.

Sejauh ini, meskipun kelompok Ajnad Misr mengaku bertanggung jawab, pemerintah kudeta tetap melemparkan tuduhan bahwa Ikhwanul Muslimin (IM) berada di belakang peristiwa pengeboman.

Kepolisian kudeta menuding pemuda pendukung IM telah merakit bom dan menjadikan kantor dan personil kepolisian sebagai sasaran serangan.

PM Kudeta Mesir, Ibrahim Mehleb, dalam keterangan pers setelah pertemuan mendadak membahas peristiwa serangan tersebut, tmenyatakan bahwa pemerintah akan memperketat keamanan di setiap perguruan tinggi dan akan mengintensifkan latihan bersama antara tentara dan polisi.

Sementara itu, menanggapi tuduhan pemerintah kudeta, IM menyatakan penolakan terhadap aksi-aksi kekerasan dan menegaskan bahwa demonstrasi menentang kudeta militer selama ini digalang dan dilakukan secara damai.

Bom yang meledak berjumlah tiga buah, dua di antaranya ditargetkan untuk meledakkan kantor Kepolisian Sektor Nahdah dan diikuti dengan ledakan ketiga dengan sasaran anggota polisi dan wartawan yang meliput peristiwa ledakan yang pertama. (aljazeera/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.
  • Sejuki

    Kalo seandainyapun benar IM pelakunya (tepatnya dilakukan oleh keluarga korban pembantaian oleh Militer/Polisi), emang gak boleh? Membantai boleh, tapi gak boleh dibantai? Enak azzaaaaa…… !!! Kebijakan apaan itu?

Lihat Juga

Ledakan di pos Polisi Jl. Thamrin dekat Sarinah Jakarta, Kamis (14/1/2016). (twitter/RRI)

Terorisme Harus Lenyap!

Organization