Home / Pemuda / Essay / Inilah Masa Kita!

Inilah Masa Kita!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ratusan Ribu Massa memadati Gelora Bung Karno saat kampanye Akbar PKS, Ahad (16/3/2014). (Foto: depoknews.com)
Ratusan Ribu Massa memadati Gelora Bung Karno saat kampanye Akbar PKS, Ahad (16/3/2014). (Foto: depoknews.com)

dakwatuna.com Gelora bung Karno nampak megah hari itu. Bergelombang lautan manusia, hilir mudik memasuki stadium bersejarah itu. Selain itu, nampak seorang lelaki, mantap berdiri, menyampaikan orasi, membakar seluruh semangat audiensi, gemakan takbir suaranya hingga bergetar jauh dalam hati. Apa pasal? Ternyata hari itu adalah hari pertama kampanye akbar sebuah partai berlambang bulan sabit yang mengawali langkah kemenangannya di stadium GBK.

Berkilo-kilo meter jauhnya, berbeda kota, hingga provinsi. Seorang remaja tanggung sedang menatap layar monitor di hadapannya dengan antusias. Ya, dengan sisa-sisa uang bulanan yang sengaja di Iritnya, Ahad itu dia berhasil izin keluar pondok demi ikut merasakan kemeriahan kampanye akbar PKS lewat media live streaming di warnet dekat pondoknya. Remaja itu tak sendiri, ribuan remaja lain turut antusias merasakan debarnya kampanye akbar PKS.

Dahulu, ya tepat 15 tahun yang lalu, kami juga merasakan dan menyaksikan sendiri. Abi-umi kami, membawa kami, dalam kampanye Partai Keadilan tahun 1999. Riuh serta semangat itu, tak berubah sama sekali hingga kini, meski kami sadari, kuantitas massa ini kian luar biasa. Pun 10 tahun lalu, kami juga merasakan kembali, ikut dibawa dalam perjuangan harakah dakwah ini. Bedanya dulu, tahun 1999 kami digendong. Tahun 2004 kami dengan kaki mungil kami, ikut dalam longmarch. Tangan mantap menggenggam bendera kebanggaan, sembari bibir mungil ikut tertawa kala teriakan takbir menggema menggetarkan jiwa.

Lima tahun lalu, keadaan Alhamdulillah telah berbeda. Walau masih bocah, kami tak mau ikut ketinggalan dalam perjuangan ini. Masih teringat ketika 5 tahun lalu, merengek kepada abi agar cepat dijemput pulang sekolah, supaya bisa ikut rombongan DPC berangkat direct-selling. Masih teringat 5 tahun lalu, meski kecil peran kami, mulai dari ikut membagikan brosur dan stiker, hingga turut ramaikan kampanye terbuka.

Kini, saat itu kembali tiba, tapi kini telah jauh berbeda. Kini saatnya kami, wahai Abi dan Umi. Kini saatnya bagi kami untuk turut andil secara langsung dalam pesta demokrasi ini. Kini saatnya bagi kami! Para pemuda Indonesia, untuk turut berjuang mengangkat panji keadilan. Kini saatnya kita! Para pemuda! Inilah masa kita! Ayo maju, tegakkan, kobarkan semangat keadilan!

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar …!!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Fatahillah Ibnu Aris
Seorang anak muda yang optimis, meski terkadang orang melihatnya utopis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (ydsf.org)

Sang Guru Masa Depan