Home / Berita / Nasional / Indonesia segera Bangun Kawasan Industri Halal

Indonesia segera Bangun Kawasan Industri Halal

LPPOM MUI Gelar Pameran Halal Internasional. Kamis, 31 Oktober 2013 - Foto: hidayatullah
LPPOM MUI Gelar Pameran Halal Internasional. Kamis, 31 Oktober 2013 – Foto: hidayatullah

dakwatuna.comKawasan industri halal diharapkan dapat memperluas pasar produk halal di luar negeri. Ini berarti, sertifikat halal pada produk membantu komoditas itu masuk pasar dunia.  Saat ini, pemerintah merancang standar pengembangan kawasan industri halal.

Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono mengatakan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) diajak untuk membahas hal ini.

Namun ia mengaku belum bisa menggambarkan konsep kawasan industri halal yang akan dibangun. ‘’Ini masih on going. Kalau sudah selesai, kami akan beritahukan secara terbuka,” kata Imam, Senin (17/3).

Wakil Direktur III LPPOM MUI Sumunar Jati membenarkan adanya pembicaraan pembangunan kawasan industri halal.

Jika Kemenperin berperan sebagai regulator dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mengambil porsi bisnis, LPPOM sebagai penyelenggara sertifikasi halal.

Dengan kawasan ini, ada kelebihan yang ditawarkan sehingga banyak perusahaan tertarik membangun bisnis di sana.

LPPOM juga menjadi daya tarik tersendiri. ‘’Karena selain melakukan sertifikasi, LPPOM bisa membuka konsultasi seputar produk halal di kawasan itu,’’ kata Jati.

Ketua Kadin Indonesia Komite Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam (KT2OKI) Fachry Thaib mengatakan kawasan industri halal memang masih dalam pembahasan. Yang jelas, Indonesia tak mau ketinggalan dalam meraih peluang pasar produk halal.

Sebagai pengekspor produk ke Timur Tengah, Indonesia harus memenuhi standar mereka termasuk sertifikat halal produk. Permintaan ini bukan mengada-ada. Mereka minta Kadin membahas soal ini di Indonesia.

Lagi pula, kalau produknya halal, pasarnya bisa lebih luas. Ia mengungkapkan, pihak-pihak yang terlibat masih mempelajari kawasan serupa di Malaysia dan Thailand. Bahkan negara non-Muslim seperti Inggris dan Belanda sudah mempunyai kawasan industri halal.

Kondisi ini pula yang membuat Indonesia menggebu-gebu segera merealisasikan kawasan industri halal. Konsep pembangunan kawasan yang dibuat tak bisa satu mengingat wilayah Indonesia yang luas dengan segala variasinya.

Sehingga konsep yang dihasilkan harus dapat diterapkan untuk semua wilayah. Disinggung tentang kaitan pembangunan kawasan industri halal dengan RUU Jaminan Produk Halal, Fachry mengatakan jika diundangkan, industri akan mengikutinya.

Kalaupun RUU JPH belum diundangkan, proses pembangunan kawasan industri halal tak akan berhenti. Fachry menekankan yang terpenting produk Indonesia tidak lagi harus ditolak atau terhambat masuk ke pasar Timur Tengah karena masalah sertifikat halal. (Fuji Pratiwi/ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (change.org)

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk

Organization