Home / Berita / Nasional / MUI: Jangan Pilih Politisi Islam Liberal

MUI: Jangan Pilih Politisi Islam Liberal

Ketua MUI, Amidhan - Foto: tribunnews.com
Ketua MUI, Amidhan – Foto: tribunnews.com

dakwatuna.com – Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan kembali kepada umat Islam agar menggunakan hak suaranya pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2014 ini. Selain itu, MUI juga mengingatkan kepada umat Islam untuk memilih pemimpin yang bisa menyalurkan aspirasi umat Islam.

“Sebaliknya jangan pilih politisi yang memusuhi umat Islam. Meskipun dia adalah orang Islam sendiri,” kata ketua MUI Amidhan, Kamis (27/2).

Amidhan mengatakan, maksud dari kalangan Islam sendiri adalah politisi beragama Islam tapi pemikiran dan tindak tanduknya tidak sesuai Islam. Selain itu, ia juga mengingatkan umat Islam untuk tidak memilih politisi yang pemikirannya seperti Islam liberal.

“Ya seperti orang Islam liberal itu, jangan dipilih,” katanya.

Selebihnya, Amidhan mengatakan soal kriteria politisi Islam yang dipilih, yakni yang memiliki sifat-sifat jujur (shidiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,14 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • BramSonata

    Umat Islam akan kembali digdaya apabila semua/seluruh Ustadznya, Ulamanya, Kiyainya, Syeikhnya, Mursidnya, Guru ngajinya, Dalam dakwahnya/siar agamanya kepada manusia, PERSIS sama seperti apa Rasulallah SAW l a k u k an, yaitu memurnikan Tauhid sebagai dasar utama yg diatasnya Islam ditegakan.
    Kalau ini DIINGKARI, sekelas apapun apa yg dimiliki para ustadz,kiyai,ulama,syeikh,mursid,guru ngaji, didalam berdakwah akan sia-sia, justru akan melahirkan umat islam yg tercerai berai , umat Islam yg warna warni, atau kasarnya umat Islam yg amburadul (baik yg memimpin maupun yg dipimpin).

Lihat Juga

Ilustrasi. (change.org)

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk