Home / Berita / Nasional / Komnas HAM: Pelarangan Jilbab Terjadi Hampir di Seluruh Bali

Komnas HAM: Pelarangan Jilbab Terjadi Hampir di Seluruh Bali

Aksi Solidaritas PII NTB untuk mendukung perjuangan muslimah Bali berjilbab - Foto: suara-islam.com
Aksi Solidaritas PII NTB untuk mendukung perjuangan muslimah Bali berjilbab – Foto: suara-islam.com

dakwatuna.com – Denpasar.  Kasus pelarangan mengenakan jilbab di sekolah di Bali ternyata bukan hanya dilakukan SMAN 2 Denpasar. Lebih dari itu, pelarangan mengenakan jilbab di Bali ditengarai dilakukan sebagian besar sekolah yang ada di seluruh kabupaten dan kota di Bali.

“Dari laporan yang kami terima, kasus itu tidak hanya terjadi di Denpasar saja, tapi hampir di seluruh Bali,” kata Drs Maneger Nasution MA dari Komnas HAM RI.

Komisioner Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), itu mengatakan pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan Anita Whardani siswa SMAN 2 Denpasar yang sebelumnya dilarang mengenakan jilbab di sekolah. Dia telah menghimpun data-data dan mendapatkan masukan-masukan dari Anita dan juga Tim Advokasi Kasus Jilbab Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Bali.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, HM Taufik As’adi kepada Republika, Jumat (21/2) menyayangkan kalau masih ada sekolah yang melarang siswinya mengenakan jilbab ke sekolah. Menurut Taufik, petunjuk teknis penggunaan pakai seragam sudah dibuat jajaran Kementerian Pendidikan, sehingga tidak seharusnya pengenaan jilbab dimasalahkan lagi.

“Sekolah mana pun, tidak boleh melarang siswanya melaksanakan keyakinan agama. Penggunaan jilbab adalah masalah keyakinan agama,” kata mantan Kabid Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali itu.

Menurut Nasution, kedatangannya ke Bali awal pekan ini, bertujuan mengklarifikasi masalah pelarangan pengenaan jilbab pada sekolah-sekolah di Bali, khususnya terkait dengan masalah Anita. Kalau benar ada pelarangan pengenaan jilbab di sekolah di Bali sebut Nasution, itu merupakan pelanggaran HAM. “Agama itu merupakan hak dasar seseorang, yang tidak boleh dikurangi sedikit pun,” katanya.

Menjadi hal yang aneh sebut Nasution, kalau ada sekolah yang melakukan pelarangan. Karena sekolah sebagai lembaga pendidikan semestinya memberikan contoh yang baik, bagaimana mendorong agar para siswa mau melaksanakan ajaran agamanya secara baik.

Karena itu lanjutnya, pihaknya akan mendorong Kementerian Pendidikan untuk melakukan evaluasi, karena ada sesuatu yang tidak beres. “Ada pelanggaran HAM di sini,” katanya.

Sementara di SMAN 5 Denpasar di papan pengumuman sekolah juga terpampang pengumuman yang bertuliskan para siswa tidak boleh mengenakan penutup kepala. Dikatakan Zira, pihaknya juga ingin meminta penjelasan, apakah penutup kepala yang dimaksudkan di sini adalah jilbab.

“Yang jelas, ada beberapa siswi muslim yang pernah berkeinginan mengenakan jilbab, karena membaca peraturan itu akhirnya ketakutan sendiri,” katanya.

Selain di Denpasar, pelarangan jilbab juga dilakukan sejumlah sekolah di Kabupaten Buleleng. Bahkan di SMPN 1 Singaraja, larangan mengenakan jilbab ditulis secara terang-terangan di di buku saku siswa. Pada Bab I Pasal 2 di buku itu disebutkan, “Khusus Perempuan poin (c) Tidak memakai jilbab”.

Menurut Zira, PW PII Bali bersama-sama dengan sejumlah elemen organisasi Islam di Bali akan terus mengumpulkan informasi tentang sekolah-sekolah yang melarang siswanya mengenakan jilbab di sekolah. Menurut dia, ada sejumlah sekolah yang menantang tim investigasi PII Bali untuk mengadukan pelarangan berjilbab ke instansi yang lebih tinggi.

“Tapi kami masih himpun dulu datanya, nanti kami buat laporannya,” kata Zira. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,07 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Anton Akong

    mangkenye kalo sekolah di sekolah islam dongggg…….. yg jelas2 aje dehhhhhhhhh

    • Ras Muhammad

      Kalau komen baca dulu bos dan bijaksana kasi komennya. itu kan sekolah Negeri. Berarti punya Pemerintah berarti sekolah buat Umum. Berarti yg sekolah boleh siapa aja mau islam,kristen,hindu,budha. Itu sekolah bukan sekolah yg tertulis sekolah carolus ga mungkin siswi yg muslimah sekolah disitu.Harusnya kita Carikan solusi bukan mengadu domba. Kepala hrs dingin hati hrs tenang.

  • agussusilo

    Memangnya kita tinggal di manasih ? Indonesia may or it as penduduknya Muslim. Tapi kenapa mo pakai jilbab aja kok dipersulit. Bali itu bagian Dari Negara manasih kok punya hukum Dan aturan sendiri gak mengacu pada hukum Dan aturan Indonesia? Buat para muslimah istiqomahlah dalam kebenaran dienul Islam. insya Alloh selalu dalam lindungan Alloh SWT. Amin.

    • Ratna Suminar

      Nah..kalo di Aceh gimana? Emang dia bagian dari negara mana sih…kok sekarang bukan cuma yang muslim, malah maksa yang non muslim pake jilbab…Allah aja ngga maksa kok…kan resiko tanggung sendiri mau masuk sorga apa neraka…ini manusia kok maksa…

      • nealvant

        klo di aceh, yg non muslim gk di haruskn pake jilbab, tp hrs pake rok panjang..!!

      • Muslim awam

        Kalo ngga pernah ke Aceh jangan komentar donk mbak…

      • Sejuki

        Asbun ente…!

      • Sejuki

        Asbun ente…!

  • yaya

    knapa baru sekarang di beritakan…10 tahunan ke belakang ke mn aja…sudah dari dulu kalee… pejabat kementerian agama di bali dan kementerian pendidikan sudah tau kock…tp mereka ga bs berbuat apa2…

  • el padilah

    mana katanya bhineka tunggal ika pancasila UUD’45……teori aja

  • Ras Muhammad

    Kenapa orang sukanya mengadu domba senang liat orang menderita. Kalau komen seenak jidat dan perutnya. Gimana kalau dia yg mengalami nasib tersebut. Kalau komen diibaca.dicermati.dihayati.dan yg bijaksana. Dewasa sedikit.

  • pandawalimapandawa

    Lha klo di aceh pemaksaan pake jilbab kok ga pada ribut ya , ributnya klo dilarang yg adil dong emg negara emak elo.

    • Muslim awam

      Aceh daerah istimewa dengan otonomi khusus berdasarkan syariat Islam, maka wajib bagi setiap muslim menutup aurat tapi nggak berlaku bagi non muslim..buktinya loe bisa liat orang china ga pke jilbab…

    • Sejuki

      Cetek sekali pengetahuan ente ttg Aceh. Hmmm….. Memalukan sekali…!!!

  • Mah Mud

    Ini Terjadi di Indonesia……

  • Muhammad Bambang Nugroho

    Kita harus dukung Muslimah dimanapun berada untuk menjalankan ketetapan dari Allah untuk menggunakan jilbab. Selain itu hal tersebut adalh Hak Asasi Manusia diatur oleh Hukum Internasional dan UU di Indonesia.

  • Triani

    Biar adil, wajibkan saja bagi yg muslim untuk menggunakan seragam sesuai dengan agamanya.

    Namun sebaliknya mereka juga akan dikenakan sangsi berat bila tidak menggunakannya selama di sekolah (bila tidak menggunakan jilbab). Misalnya 3 kali tidak menggunakan seragam muslim akan di-skors dan bila tidak dilakukan sama sekali akan dikeluarkan dari sekolah.

    Bila tidak mampu membeli seragam muslim harus disubsidi oleh orang tua murid lain yang beragama sama dan tidak boleh diambil dari dana BOS. Jadi semua berlaku adil.

    Hak juga dibatasi oleh kewajiban, kewajiban untuk menjaga tatanan dan nilai sosial yang berlaku di lingkungan sekitarnya. Insya Alloh semua akan merasa terwakili suaranya.

Lihat Juga

PKPU Pekanbaru dan BNP Paribas Bangun Sekolah di Meranti