Home / Berita / Internasional / Asia / Singapura Larang KRI Usman-Harun Melintas, Apa Kata Menlu RI

Singapura Larang KRI Usman-Harun Melintas, Apa Kata Menlu RI

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa - Foto: rt.com
Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa – Foto: rt.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, tak ingin banyak menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, yang melarang KRI Usman-Harun melintasi perairan Singapura.

Menurut Marty, hingga saat ini, kapal Usman-Harun itu pun belum berada di tangan Indonesia. “Kapalnya kan belum ada, masih di Inggris,” kata Marty di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 18 Februari 2014.

Meski begitu, Marty menilai pernyataan Menteri Pertahanan Singapura itu bukanlah suatu peringatan untuk Indonesia. “Saya tidak merasakan sebagai warning, dia mengambil kebijakan, ya silakan,” ujarnya.

Marty kembali menegaskan bahwa pemberian nama Usman-Harun itu sama sekali tidak ada niat Indonesia menyakiti Singapura.

“Sama sekali tidak ada itikad yang tidak bersahabat, baik dalam penamaan. Sepenuhnya permasalahan perbedaan pemahaman, persepsi. Bagi Indonesia, penamaan ini tidak ada masalah, tetapi Singapura masih,” terang Marty.

Di hadapan Parlemen Singapura, Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, menyatakan akan melarang KRI Usman-Harun melintasi perairan Singapura. Selain itu, tentara bersenjata Singapura (SAF), juga dilarang berlatih militer dengan kapal perang buatan Inggris itu.

Ng mengaku terkejut ketika mendengar Pemerintah RI berniat menamai salah satu kapal perangnya dengan nama dua marinir yang menjadi pelaku pengeboman di MacDonald House. Padahal, kedua negara pada 1973 telah sepakat untuk menutup lembaran lama peristiwa itu.

“Kementerian Pertahanan dan SAF kecewa atas langkah ini. Bahkan, walaupun tanpa niat jahat, namun bagaimana mungkin penamaan kapal tersebut dengan nama pengebom dapat membantu menjalin hubungan baik atau meningkatkan rasa saling hormat di antara kedua negara?” ungkap Ng. (viva/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Muhammad Thaat

    Ngapain pula kita mesti latihan perang sama negri singa, #gkuuya

  • hamba Allah

    suatu hal yang logis dimana orang yang menjadi pahlawan di suatu negara maka dia dianggap penjahat di negara lain…contohnya hitler bagi jerman adalah pahlawan tapi bagi negara-negara sekutu dia adalah penjahat…kalau perlu ganyang saja singapura…!!!

    • Alfi Syahrin La Tahzan

      betul itu ! semua tergantung melihat dari sisi yg mana ? penjajh bagi negara penjajah ada pahlawan tapi bagi negara terjajah ya mereka pejajah ! belum tahu saja singapura klo indonesia ini benar benar bangkit !

  • Sejuki

    Ane merasa aneh dan heran saja. Kok Indonesia gak merasa sakit hati, tersinggung apalagi protes ke Singapura ketika pahlawannya (Usman dan Harun) dicap sebagai Teroris. Pahlawannya dihina dilecehkan dan dicap sebagai teroris, malah cengengesan…

    Bangsa ini udah gak punya harga diri lagi ya? Aneh….!!!

  • Nc Dalfian

    bego..

  • Nc Dalfian

    bego..

  • Tengku Hidayat Taufik

    mari kita hancurkan singapura……ganyanngggggg……

  • Tengku Hidayat Taufik

    mari kita hancurkan singapura……ganyanngggggg……

  • Fireman

    Siapa Takut..hentikan pengiriman pasir dan tanah untuk singapura, tutup akses teritorial laut indonesia untuk singapura………………kenapa harus diam………..ngak perlu repot2 kita untuk menghancurkan mereka……..kecil tengil………..hidup aja jadi parasit……..sombong lagi….

  • Fireman

    Siapa Takut..hentikan pengiriman pasir dan tanah untuk singapura, tutup akses teritorial laut indonesia untuk singapura………………kenapa harus diam………..ngak perlu repot2 kita untuk menghancurkan mereka……..kecil tengil………..hidup aja jadi parasit……..sombong lagi….

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya