Home / Narasi Islam / Sosial / Bahasa Arab dalam Pandangan Islam

Bahasa Arab dalam Pandangan Islam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Kaligrafi Al-lughah al-‘Arabīyyah. (dakwatuna.com / hdn)
Ilustrasi – Kaligrafi Al-lughah al-‘Arabīyyah. (dakwatuna.com / hdn)

dakwatuna.com – Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa tertua yang ada di dunia, karena nabi Adam manusia pertama yang saat itu juga menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi. Berbicara tentang bahasa Arab dalam konteks sejarah tidak bisa lepas dari penyebaran agama Islam. Begitu pula sebaliknya, mengkaji tentang Islam berarti mempelajari bahasa Arab sebagai syarat wajib untuk menguasai isi Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber utama agama Islam.

Sejarah mencatat bahwa bahasa Arab mulai menyebar keluar jazirah Arab sejak abad ke-1H atau abad ke-7M, ke manapun mengikuti gerak perkembangan Islam. Bahasa Arab menjadi bahasa resmi yang dipergunakan untuk sosialisasi agama, budaya dan ilmu pengetahuan. Perkembangan bahasa semakin luas disertai dengan perkembangan Islam saat itu yang juga semakin meluas.

Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab yang menandai terjadinya revolusi fungsi pembelajaran bahasa Arab. Pasca diturunkannya Al-Qur’an, dorongan untuk mempelajari bahasa Arab lebih dikarenakan faktor agama daripada faktor-faktor lainnya (ekonomi, politik dan sastra). Kekuatan bahasa Arab sampai saat ini telah bereksplorasi ke berbagai ranah yang menjadikannya semakin diperhitungkan oleh masyarakat dunia. Di samping eksistensi sebagai media pesan Ilahi. Bangsa Indonesia yang tersebar yang mayoritas beragama Islam.

Perkembangan bahasa Arab di Indonesia ini yang kurang, karena pembelajaran bahasa Arab hanyalah untuk memenuhi kebutuhan sebagai seorang muslim untuk menunaikan ibadah-ibadah seperti shalat. Sehingga materi yang diajarkan hanya sebatas doa-doa shalat. Ada berbagai cara untuk mempelajari bahasa Arab, terutama di Indonesia ini banyak fasilitas yang memadai misalnya pondok pesantren atau bimbingan belajar (bimbel) dan banyak perguruan tinggi Islam yang terdapat jurusan bahasa Arab.

Bahasa Indonesia dan bahasa Arab bukanlah tergolong dalam satu rumpun, dan bahasa-bahasa tersebut lebih menampakkan perbedaan struktur kebahasaan antara bahasa yang pertama dan kedua, makin mudah mempelajari bahasa tersebut. Sebaliknya, makin besar perbedaan struktur antara bahasa yang pertama dan kedua, makin sulit mempelajari bahasa tersebut.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi semester 4 jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saat ini masih aktif di KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) sebagai staff humas. Mengikuti FLP (Forum Lingkar Pena) di kampus sejak semester 2.
  • Bambang S Budiarto

    yang ingin pintar bahasa arab juga sulit menemukan kursus rumahan “Bahasa Arab”

Lihat Juga

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia