Home / Berita / Internasional / Afrika / Michael Sidhum: Yang Terjadi di Mesir Adalah Politik Emosional

Michael Sidhum: Yang Terjadi di Mesir Adalah Politik Emosional

Gerakan "Umat Kristiani Anti-Kudeta" (inet)
Gerakan “Umat Kristiani Anti-Kudeta” (inet)

dakwatuna.com – Kairo. Dalam acara “Al-Masyhad Al-Mashri” di stasiun televisi Aljazeera, Kamis (16/1/2014), Michael Sidhum, salah seorang aktivis gerakan “Umat Kristiani Anti-Kudeta” menyatakan bahwa yang sedang terjadi saat ini adalah politik emosi. Pihak-pihak yang membenci Ikhwan bersatu untuk menghancurkannya.

Menurutnya, orang-orang Koptik sangat takut dengan Ikhwanul Muslimin kalau mereka berkuasa. Padahal tidak ada apa-apa yang perlu ditakutkan. Padahal sebenarnya mereka takut dengan Partai Salafi An-Nur, dengan pemahaman Islam mereka yang sangat keras dan kaku. Tapi saat ini, karena Koptik dan Salafi sama-sama benci Ikhwanul Muslimin, mereka seakan-akan bersatu. Yang menyatukan hanyalah emosi mereka saja. Mereka bersatu karena ingin menghancurkan Ikhwanul Muslimin. Selagi di Mesir ada politik berdasar emosi dan keinginan menghancurkan kelompok tertentu, maka sangat sulit kita mengharapkan kebaikan di Mesir.

Saat ini, menurut Sidhum, Gereja benar-benar mengerahkan massanya untuk memilih “na’am” (mendukung) konstitusi. Ini adalah politik fanatisme agama. Saat ini Koptik sudah bukan sekadar istilah agama, tapi juga sebuah istilah politik. Saya, walaupun dulu tidak setuju dengan konstitusi 2012 (di masa Presiden Mursi), tapi tidak mungkin hal itu membuat saya membenci mereka. (msa/dakwatuna/aljazeera)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri