Home / Arsip Kata Kunci: emosi

Arsip Kata Kunci: emosi

Upaya Untuk Khusuk Dalam Shalat

Ubaid bin Umair bertanya kepada Aisyah r.a, istri Nabi SAW. “Apa yang paling menakjubkan pada diri Rasulullah?” Aisyah menjawab sambil menangis, “Suatu malam, ia bangun dan berkata, “Wahai Aisyah, ijinkanlah aku beribadah kepada tuhanku. Lalu aku jawab, “aku ingin tetap dekat denganmu, tapi aku sudah senang dengan apa yang membuatmu senang”,

Baca selengkapnya »

Jangan Gampang Marah

Pengaruh sifat marah terhadap hati atau jiwa seseorang adalah dirinya sangat mudah menjadi pendendam, penghasut, berjiwa jahat, senang akan penderitaan orang lain dan sebaliknya, bahkan ingin menghabisi orang lain beserta karirnya. Begitu dahsyatnya bahaya marah, baik secara fisik dan fsikis maka kita jangan gampang marah. Kita harus berhati-hati dalam masalah ini. Ingat, orang yang kuat bukanlah orang yang berbadan kekar dan bisa membanting orang lain namun orang yang kuat itu adalah orang yang mampu menahan amarah dan meredam emosi di dalam dada.

Baca selengkapnya »

Mengenali Emosi Sejak Dini

Ketika individu mampu memegang kendali atas dirinya maka hal ini akan berdampak pada proses interaksi dengan orang lain, sikap empati, tenggang rasa, mau mengalah pada individu tidak akan muncul jika individu tidak memiliki penguasaan diri yang baik, keterampilan berinteraksi dengan orang lain lebih luas akan berdampak pada keterampilan sosial , jika kendali dalam sosial serta keterampilan sosial individu pada tataran sangat baik maka dapat dipastikan individu tersebut memiliki kecerdasan emosi yang baik.

Baca selengkapnya »

Paranoid Kaum Liberal

Pentingnya menjaga stabilitas emosional agar kita masih tetap mampu mengendalikan pikiran dan akal sehat. Eksploitasi perasaan yang berlebihan, termasuk Marah, benci serta rasa dendam, akan mengganggu kerja organ tubuh terutama kerja akan pikiran kita. Begitu juga seorang liberalis mengamati fenomena permukaan gejolak sosial, tidak mau lagi berpikir lebih jauh untuk menggali ada apa dibalik gejolak tersebut, terus sudah kebelet ngomong, keluarlah statement-statement sampah.

Baca selengkapnya »