Home / Berita / Nasional / DPR Kecam Pembagian Kondom Gratis pada Pekan Kondom Nasional

DPR Kecam Pembagian Kondom Gratis pada Pekan Kondom Nasional

Anggota dari Komisi X DPR RI dari FPKS, Surahman Hidayat
Anggota dari Komisi X DPR RI dari FPKS, Surahman Hidayat

dakwatuna.com – Jakarta.  Rencana Komisi Penanggulangan Aids(KPA) Nasional  mengelar  Pekan Kondom Nasional pada  1-7 Desember 2013, di 12 kota besar di Indonesia. Salah satunya dengan membagi-bagikan kondom secara gratis kepada masyarakat, mendapatkan kecaman dari berbagai pihak salah satunya datang dari anggota DPR RI.

Surahman Hidayat anggota komisi X DPR RI, ketika di hubungi di jakarta, 30/11/2013, mengecam program penanggulangan Aids melalui sosialisasi pemakaian kondom kepada  masyarakat termasuk pelajar dan mahasiswa, “secara tidak langsung ini mengajarkan kepada masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, bahwa melakukan seks di luar pernikahan legal asal menggunakan kondom” tegas Surahman.

”Hal itu akan berpotensi  memicu perilaku seks bebas yang kontraproduktif, kondomisasi berarti liberalisasi perzinahan yang akan mendatangkan kutukan Allah, dan hidup tidak berkah ” tegas Ketua Dewan Syariah Pusat PKS, Surahhman, Minggu (1/12/2013), dalam pernyataannya menanggapi rencana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional  yang  akan menggelar Pekan Kondom Nasional pada  1-7 Desember 2013.

Surahman mengungkapkan sangat mendukung berbagai upaya penanggulangan penyakit AIDS akibat seks bebas di luar pernikahan melalui pendidikan, dengan pendekatan moral dan agama. ”tetapi dengan bentuk sosialisasi tentang bahaya seks sebelum menikah,  seks bebas atau bergonta-ganti pasangan seksual,  pelacuran,  pornografi, narkoba dan menjauhi perilaku Lesbi Gay Biseksual Transgender (LGBT) untuk menghindari resiko bahaya penularan virus HIV dan AIDS,” tutup Surahman. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 6,78 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Khalifah Ali

    إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِيْ قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

    Jika zina
    dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah
    menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

  • Angga Dwi Anugerah

    hiii..serem bgt

  • yusuf abiraya

    MENSOS PUTUS ASA

    Bu menteri sudah putus asa, karena ‘Ulama di Indonesia kerja da’wahnya untuk menanggulangi HIV/AIDS (moral generasi muda-tua) menurutnya gak ada hasil, maka apapun bu menteri lakukan… jadi bagi2 kondom gratis adalah “program kerja putus asa mensos”… saya jadi malu sebagai muslim mayoritas, kalo gak demo ya protes… melihat pola kerja siapapun yang tidak sehati… afwan – Astaghfirullah

    • Irkhamov

      Maksud ente ulama disuruh kerja lebih dari kapasitasnya biar pencegahan free sex berhasil gitu ? Trus apa gunanya kita punya pemerintah yg punya aparat dan payung hukum kalo mencegah free sex aja ga bisa ? Sudah kah pemerkosa dihukum berat sehingga orang laen akan berpikir sejuta kali sebelum melakukannya ? Itu udah 1 indikasi serius tidaknya pemerintah bekerja.

      • Paramita

        kalau bertanya2 siapa yg salah ya semuanya salah.
        kemenkes ga bisa kerja sendiri, semua sektor harus dilibatkan.
        kemendiknas, kemenag, dkk jg harus ikutan dlm upaya penanggulangan penyakit macam ini, ga serta merta salah satu disalahkan.
        bagaimana dg peran masyarakat sendiri?
        sudahkah turut berpartisipasi?
        kalau ga setuju, maka ajak orang2 di sekitar kalian aja untuk tidak melakukan zinah, beres kan.
        namanya juga kebijakan, byk pertimbangan yg jg dilakukan.

        • Irkhamov

          Emang ente udah lakukan apa utk menyadarkan sekitar ? Insya Allah saia udah mengajak anak2 muda utk menjauhi free sex di forum yg kami adakan. Trus Pemerintah udah lakukan apa ? Menggunakan pajak dari PPH yg saia bayar tiap bulan utk beli kondom dan dipake free sex ? c’m on, itu korupsi juga seharusnya !

          • Paramita

            Maaf ya, saya ikut Forum Peduli Kesehatan Reproduksi, saya termasuk anggota dan kita sudah melakukan roadshow di Jabodetabek berkali2 dg ngasih tahu ke anak SMP-SMA-mahasiswa se-JABODETABEK tentang bahaya HIV/AIDS, hubungan seksual sebelum menikah, penyakit menular seksual, dan PENTINGNYA MENJAUHI HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH.
            dan kami memaparkan hal2 yg bisa diterima logika dan pasti adanya, tentunya semua org tahu kalau hubungan seksual pranikah itu dosa, 100% ga bakal ada yg blg “masa sih dosa”, mereka semua tau itu dosa.
            Tetapi mereka dg berbagai pertimbangan dan kemelut pemikirannya akhirnya memutuskan untuk berkecimpung dan melakukan hubungan seksual pranikah, berarti di sini masyarakat masih belum aware terhadap pendidikan kepribadian dan degradasi moral memang sudah merebak seiring globalisasi.

          • Irkhamov

            Bagus lah kalo ikut mengkampanyekan “say no to free sex, whatever it takes”. Tapi sekali lagi kampanye pake kondom ? hello, pemerintah itu digaji dari pajak utk mikir, bukan cuma buat bikin program2 bodoh kek gitu. Napa kami menolak ini program ? Ada 24M pajak dihamburkan utk beli kondom ini. Saya bayar PPH 1 jutaan per bulan, so menjadi hak saya utk menolak kalo itu dipake utk program putus asa kek gini. Trus bagi yg dah kadung masuk jerat free sex ? Ya berhenti dan tobatlah, kembali ke jalan yg bener. Emangnya kalo dah jadi pencuri trus akan kita fasilitasi dia utk terus jadi pencuri karena ga punya profesi laen dan biar ga ketangkap polisi sebagai akibatnya? Itu analogi utk mrk yg ‘terlanjur’ melakukan free sex dan kemudian malah difasilitasi dengan dikasih kondom biar ga kena AIDS.

    • anak baroe

      perasaan saya, kalo gak salah nih ya…Mensos itu bapak2 deh…

    • anak baroe

      pendidikan moral itu tanggung jawab bersama, bukan hanya ulama. kalo situ punya anak, yah situ yg bertanggung jawab tuk pendidikan anak situ…bukan ulamanya aja

  • Irwan Eka Sudarmanov

    proyek bro..lumayan dapet sponsor dari perusahaan kondom

  • yusuf abiraya

    Sory Brow… bukan MENSOS tapi MENKES (ralat ya…)

  • Muh Awa Ramadhan

    Sy setuju-setuju saja kalo IBU MENKES bagi-bagi kondom, TAPI sblm IBU MENKES membagikan kemasyarakat umum terlebih dulu membagikanx kpd suamix, anak-anakx cucu-cucux. Pake kondom sebelum SEX agar terhindar dari HIV AIDZZZZ… MENTRI BODOHHH BIN TOLOLLLL

  • daniel

    bagiin kondom seharusnya
    dilokalisasi

    bukan ditempat umum
    pinter mek gawe ngapusi
    rakyat ae

  • Paramita

    degradasi moral itu sudah terjadi, skrg bagaimana menyikapinya lebih penting. merubah perilaku kesehatan melalui moral yg terlanjur rusak adalah yg paling sulit..
    saya kemarin mendapati ada komentar dari seorang teman bahwa Indonesia adalah negara yg notabene “bermoral”, tetapi melihat di medsos saja dengan Page berjudul “Bokep Korea” dan 450rb orang menyukai halaman tersebut di notifikasi teratas, saya jadi bertanya2 dengan komentar yg mengatakan bahwa Indonesia Bermoral.
    Bagaimana dengan kalian? Berani menonton film seperti itu sudah menunjukkan tanda tanya terhadap yg namanya moral.
    Berusaha memperbaiki moral wajib, tetapi kita saat ini butuh tindakan cepat,dan benar ini adalah kebijakan putus asa melihat KENYATAAN DEGRADASI MORAL merebak di antara remaja.

    jgn melihat sesuatu dari sisi negatifnya, jgn langsung mengecam dan mengatakan ini dan itu tanpa mencoba bercermin, bayangkan jika kalian adalah menkesnya, bayangkan jika kalian adalah mereka yg terlanjur jatuh tenggelam dalam dosa. mereka yg tenggelam dlm dosa besar seperti zinah sebenarnya dlm hatinya ingin kembali, tetapi mereka merasa tidak pantas untuk diampuni, padahal Allah maha Pengampun segala dosa selama manusia mau bertobat.

    Banyak kejadian hidup yg bisa dijadikan pelajaran, Allah telah menunjukkan itu, bersyukurlah bukan kalian semua yg dijadikan Allah pelajaran bagi semua umat melalui kejadian HIV/AIDS. Tidak semua org beriman itu kehendak Allah, dan harus digarisbawahi bahwa di negara rakyatnya berhak mendapat perlindungan dari HIV/AIDS, angka hubungan seksual pranikah di Indonesia relatif naik hampir 90%, mau diapakan moral yg udah rusak ini? masih mau pakai dakwah2an? dan malah didemo muslim mayoritas, pusing kan pemerintah, kalian itu dilindungi, tp mlh mengecam dg persepsi.

  • abine hamzah

    Bagi-bagi kondom : otak ngeres – kurang kerjaan.
    Mending Menteri Kesehatan banyak belajar ke (Bidang Perempuan PKS) Bidpuan PKS. Kalo perlu gandeng tuh Bidpuan PKS. Program keluarga, issue traficking, ketahanan keluarga, ekonomi keluarga, pemberdayaan perempuan, issue anak-anak, dsb.

Lihat Juga

Ahmad Zainuddin, Lc, ME
Anggota Komisi IX DPR RI dari FPKS (spesial)

DPR: Berita Kesaksian Freedy Budiman Tentang Narkoba Sangat Membuat Kita Prihatin