Home / Berita / Internasional / Asia / Ulama Islam Dunia Kembali Serukan “Jumat Selamatkan Al-Quds dan Al-Aqsha”

Ulama Islam Dunia Kembali Serukan “Jumat Selamatkan Al-Quds dan Al-Aqsha”

ulama muslim duniadakwatuna.com – Amman. Asosiasi Ulama Muslim Dunia kembali menyerukan seruannya untuk menjadikan hari Jumat depan sebagai “hari menyelamatkan Al-Quds dan Al-Aqsha” dengan menggelar unjuk rasa damai dan dengan qunut dan doa serta berbagai macam aktivitas untuk menghidupkan masalah ini dalam diri umat Islam.

Dalam salinan risalah yang diterima oleh PIP Asosiasi Ulama Muslim Dunia menegaskan, kondisi yang saat ini dialami oleh kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha sangat memprihatinkan. Kedua tempat suci yang sudah menyatu itu sedang mengalami aksi yahudisasi hakiki dibanding dari waktu-waktu sebelumnya.

Asosiasi menyerukan dalam risalahnya kepada seluruh anggotanya dan seluruh lembaga yang berhubungan dengannya di seluruh dunia serta seluruh umat Islam untuk menjadikan masalah Al-Quds dan Al-Aqsha sebagai prioritas utama sampai ia terbebas dari penistaan penjajah Zionis Israel. Caranya, adalah dengan menggelar sejumlah aksi penyadaran dan pengenalan tentang Al-Quds dan Al-Aqsha sehingga tetap hidup di dalam hati sanubari umat. Karena permasalahan Al-Quds dan Al-Aqsha adalah permasalahan umat Islam dan bukan permasalahan bangsa Palestina  semata. Mereka meminta agar umat Islam mendukung secara materi untuk tetap mempertahankan warga Al-Quds untuk tetap berada di rumah mereka dan menghalangi aksi pengusiran penjajah Zionis.

Asosiasi Ulama Muslim menegaskan, Masjid Al-Aqsha terancam untuk dijadikan korban dari pembangunan sinagog Yahudi. Kelompok warga ekstrim Yahudi berusaha menguasai masjid Al-Aqsha dengan berbagai macam cara dan tipu daya. Tuntutan untuk membagi masjid menjadi dunia secara resmi semakin kuat. Bahkan tuntutan itu sudah mulai diterapkan secara bertahap. Yahudi memanfaatkan kesibukan umat Islam terutama bangsa Arab dengan konflik dalam negeri untuk semakin menguatkan kekuasaannya di Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds.

Sebelumnya, Asosiasi Ulama Muslim juga meminta agar menjadikan Jumat 22 November sebagai hari membela dan menolong Al-Aqsha dan Al-Quds. Mereka meminta kepada warga Palestina  untuk berjaga di Masjid Al-Aqsha dan menjaganya dari rencana jahat untuk membaginya untuk Yahudi dan Muslim.

Asosiasi Ulama Muslim secara khusus menyerukan kepada pangeran Saudi Raja Abdullah bin Abdul Aziz dan raja Maroko Muhammad VI dan raja Jordania Abdullah II untuk mengambil berbagai langkah dengan bargaining dan pengaruh mereka dalam hubungan luar negeri dan regional untuk menghentikan bahaya yang mengancam Al-Aqsha.

Umat Islam sendiri khawatir Al-Aqsha akan berulang skenario Masjid Ibrahimi di kota Hebron Tepi Barat  yang dibagi dua oleh Zionis. Yahudi meyakini masjid itu dibangun di atas tempat ibadah Nabi Ibrahim. Sehingga akhirnya masjid itu kini sudah dibagi menjadi dua sebagian untuk Muslim dan sebagian untuk Yahudi setelah pada tahun 1994 seorang warga Yahudi Baroch membunuh 29 warga Muslim yang sedang shalat subuh. (pip/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (vm-kompania.com)

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia

Organization